Terpantau 20 Titik Longsor di Ruas Jalan Nasional, Jalan Perbatasan Motamasin-Mota'ain-NTT

telah menimbulkan 20 titik longsor pada ruas jalan nasional (jalan negara), lintasan jalan Perbatasan Sabuk Merah Motamasin-Mota'ain, di wilayah Kabup

Terpantau 20 Titik Longsor di Ruas Jalan Nasional, Jalan Perbatasan Motamasin-Mota'ain-NTT
dokumen PPK 2.5 Jalan Sabuk Merah Perbatasan
Alat berat stan by di lokasi titik longsoran pada lintasan jalan nasional, ruas jalan Sabuk Merah Perbatasan NTT, Motamasin-Mota'ian, Provinsi NTT, Gambar diabadikan Sabtu (16/3//2019) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG -  Dampak curah hujan  yang abnormal dalam interval waktu beberapa pekan terakhir telah menimbulkan 20 titik longsor pada ruas jalan nasional (jalan negara), lintasan jalan Perbatasan Sabuk Merah Motamasin-Mota'ain, di wilayah Kabupaten Malaka-Belu, Provinsi NTT.

Adanya 20 titik longsor pada ruas jalan Sabuk Merah Perbatasan, di Provinsi NTT tersebut, dibenarkan Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) II Provinsi NTT, Agustinus Juniato, ST, melalui PPK II.5, Rofinus Ngilo, ST, saat dihubungi Ferry Ndoen wartawan Pos Kupang.com, dari Kupang, Minggu (17/3/2019) sore.

 "Ya, ada 20 titik longsor di ruas jalan nasional pada lintasan Jalan Sabuk Merah Perbatasan. Namun ruas jalan ini tetap fungsional," jelas Rofinus Ngilo, saat dihubungi melalui whatapps, Minggu sore.

Rofinus mengakui, pihaknya tidak memiliki alat berat. Namun untuk menjaga agar lintasan jalan Perbatasan sepanjang 179, 99 kilometer tetap fungsional maka pihaknya menggandeng mitra rekanan untuk selalu stand by alat beratnya.

Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-RDTL Wilayah Alas-Malaka Nyaris Putus

"Jika terjadi longsor pada titik Jalan Perbatasan, maka kita selalu stand by agar lintasan Jalan Perbatasan bisa tetap fungsional. Karena itu, jika terjadi longsor maka kami akan meminta bantuan mitra rekanan terdekat untuk mobilisasi alat berat agar titik longsor secepatnya dibuka dan tidak boleh lebih dari 24 jam," paparnya.

Rofinus mengakui, untuk penanganan titik longsor permanen maka perlu di desain dan semua itu melalui koordinasi program di P2JN NTT.

"Untuk penanganan secara permanen maka Satker P2JN NTT melalui pimpinan  BPJN X Kupang akan menurunkan tim terkait untuk melihat dari dekat kondisi titik longsor. Hal ini sangat penting agar tim bisa melakukan desain dan memasukannya dalam bentuk program guna mendapat pengalokasian anggaran dari pemerintah," jelasnya.

Rofinus mengaku, jika terjadi longsor pada lintasan Jalan Perbatasan, maka pihaknya hanya melakukan penangan bersifat sementara (darurat) agar ruas jalan nasional Sabuk Merah Perbatasan bisa tetap fungsional.

"Yang namanya jalan nasional tidak boleh ada gangguan dan harus tetap fungsional. Hal ini sangat penting untuk menopang kelancaran arus distribusi barang dan manusia tetap lancar," papar Rofinus.  (fen)

Jalan longsor

Jalan longsor (dokumen PPK 2.5 Jalan Sabuk Merah Perbatasan)

Alat berat stan by di lokasi titik longsoran pada lintasan jalan nasional, ruas jalan Sabuk Merah Perbatasan NTT, Motamasin-Mota'ian, Provinsi NTT, Gambar diabadikan Sabtu (16/3//2019

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved