Minggu, 3 Mei 2026

Pengakuan Warga dan Pihak Sekolah Terkait Kebakaran Asrama SMP Negeri I Nangaror

Ini pengakuan warga dan pihak sekolah terkait kebakaran Asrama SMPN 1 Nangaroro

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Adiana Ahmad
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Bangunan asrama SPMN 1 Nangaroro, Kabupaten Nagekeo ludes dilalap api 

Pengakuan Warga dan Pihak Sekolah Terkait Kebakaran Bangunan Asrama SMP Negeri I Nangaroro

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Warga seputaran SMP Negeri I Nangaroro dikejutan dengan sebuah insiden kebakaran bangunan asrama milik SMP Negeri I Nangaroro di Kabupaten Nagekeo, Sabtu (16/3/2019) sekitar pukul 14.00 Wita.

Sebagian warga kaget juga panik dan berupaya memadamkan api yang sudah melalap sebagian bangunan asrama tersebut dengan alat seadanya saja.

Meskipun ada upaya dari warga bersama pihak kepolisian, api sudah ludes melalap bangunan asrama itu.

Menurut saksi mata, Paskalis Dhawe (39) menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui penyebab kebakaran tersebut, namun yang pasti api tersebut berawal dari bangunan asrama sekolah SMPN 1 Nangaroro dan api sangat besar maka tidak bisa dipadamkan oleh warga masyarakat.

Gedung Asrama SMPN 1 Nangaroro Ludes Dilalap Api

Kronologi dan Penjelasan Lengkap Mahasiswi Kupang NTT Lakukan Aborsi Bersama Pacar di Asrama Alor

"Api juga sempat merambat ke bangunan sekolah SMPN 1 Nangaroro namun bisa dipadamkan oleh warga masyarakat," ujar Paskalis.

Saksi lain, Silvester Goa (33) menjelaskan dirinya tidak mengetahui apa penyebab sampai terjadi kebakaran, namun api tersebut berawal dari bangunan asrama sekolah, dan telah berusaha untuk melakukan pemadaman namun tidak bisa karena api sangat besar.

"Asrama sekolah tersebut sudah tidak ada yang tinggal sudah kurung waktu dua tahun dan telah dijadikan dudang sekolah untuk menyimpan barang-barang inventaris sekolah baik yang sudah rusak maupun yang masih baik," ujar guru SMP Negeri I Nangaroro ini.

Ini Pengakuan Rekan Satu Asrama Mahasiswi yang Kubur Bayinya di Samping Asrama Pemda Alor

Sementara Wakil Kepala SMP Negeri I Nangaroro, Tarsisius Jua (59) menjelaskan selain melalap bangunan asrama api sempat merambat ke bangunan sekolah tiga kelas yaitu : kelas 9A, 9B dan 9C, namun bisa dipadamkan oleh warga masyarakat dan tidak mengalami rusak berat.

Tarsisius menjelaskan bangunan asrama tersebut sudah tidak ada yang tinggal kurang lebih lamanya dua tahun.

Karena tidak ada yang tinggal maka sekolah menjadikan bangunan tersebut adalah gudang, adapun barang-barang yang ada didalam bangunan tersebut Kursi dan meja baik yang rusak maupun yang masih bagus, tempat tidur, dan barang inventaris sekolah yang rusak lainnya.

"Akibat dari terjadi kebakaran tersebut sekolah mengalami kerugian Kurang lebih Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah)," ujarnya.

Sadis ! Begini Cara Pasangan Luar Nikah Habisi Nyawa Bayi Mereka di Asrama Pemda Alor

Kapolsek Nangaroro, Ipda Abubekar Le, kepada POS KUPANG.COM, mengatakan api tersebut telah bisa dipadamkan warga masyarakat.

Ipda Abu menjelaskan dampak yang lain akibat dari kebakaran bangunan asrama tersebut adalah api sempat merambat kebangunan sekolah 3 ruangan kelas yaitu kelas 9A, 9B dan 9 C, Namun tidak mengalami rusak berat dan masih bisa digunakan.

"Kebakaran tersebut terjadi diduga bubungan arus Pendek. Akibat kebakaran tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian kurang lebih Rp 100.000.000," ujarnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved