Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang Gelar Penyuluhan DBD di SD Naikoten 1

Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang Gelar Penyuluhan DBD di SD Naikoten 1

Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang Gelar Penyuluhan DBD di SD Naikoten 1
ISTIMEWA
Badan Pengurus JMK3 bersama wali kelas VI B dan Siswa/i SD Naikoten 1. 

Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang Gelar Penyuluhan DBD di SD Naikoten 1

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang (JMK3) melaksanakan penyuluhan tentang penanggulangan deman berdarah dangue ( DBD ) kepada siswa-siswa SD Naikoten 1, Kota Kupang.

Kegiatan yang diadakan, Sabtu (16/3/3019) tersebut merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah dan masyarakat Kota Kupang dalam mengatasi masalah DBD.

TNI Bantu Siswa Buatkan Lubang Sampah di SDK Dafala

Kehadiran JMK3 mendapatkan respon positif dari Wakil Kepala Sekolah, Sale Beda, guru-guru serta para siswa-siswi yang terlibat aktif mengikuti penyuluhan.

Defiandi Selan selaku Ketua Umum JMK3 mengungkapkan mahasiswa kesehatan, tidak boleh hanya duduk dan melihat kondisi permasalahan kesehatan yang terjadi di sekitarnya.

Bersihkan Lepo Bispu Maumere, KBHTM Rayakan Prapaskah

"Kegiatan penyuluhan DBD ini bukan yang pertama melainkan ini sudah yang kedua kalinya kami adakan sebagai dukungan untuk mengatasi permasalahan KLB DBD," ungkapnya.

Wakil Kepala Sekolah dalam wawancara menyampaikan limpah terimakasih kepada JMK3 yang sudah mau berbagi informasi dengan siswa-siswi di SD Bertingkat Naikoten 1.

"Mewakili sekolah saya menyampaikan limpah terimakasih untuk ketulusan adek-adek mahasiswa yang sudah mau berbagi informasi mengenai masaslah DBD yang saat ini sedang musim-musimnya". Ungkapnya.

Beliau menegaskan SD Naikoten 1 selalu terbuka bagi mahasiswa yang ingin membagi informasi atau hal-hal baik di sela-sela waktu luang sekolah yakni pada hari Sabtu.

Ester Sa selaku guru kelas VI B menuturkan kegiatan seperti ini perlu diadakan mengingat musim hujan seperti ini banyak timbul penyakit DBD dan kegiatan ini juga perlu diadakan di sekolah lain sehingga siswa/i di sekolah lain juga dapat mengetahui serta dapat mencegah.

"Saya berharap mahasiswa perlu terlibat aktif dalam menyikapi permasalahan kesehatan yang sering terjadi di Kota Kupang dan jangan hanya menunggu ketika sudah terjadi KLB saja kalau bisa kegiatan seperti ini diadakan secara terus-menerus," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved