PMKRI Kupang Surati Ketua KPU RI, Terkait Pelaksanaan Pemilu Serentak

Penyampaian dari komisioner KPU NTT saat aksi tersebut, mereka akan menyampaikan kembali ke KPU RI untuk di pertimbangkan kembali

PMKRI Kupang Surati Ketua KPU RI, Terkait Pelaksanaan Pemilu Serentak
istimewa
ISTIMEWA/Ketua PMKRI Cabang Kupang Terpilih Engelbertus Boli Tobin

PMKRI Kupang Surati Ketua KPU RI, Terkait Pelaksanaan Pemilu Serentak

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang Sanctus Franciscus Xaverius mengambil langkah untuk menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia terkait dengan pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif tahun 2019 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepada POS-KUPANG.COM pada Jumat (15/3/2019), Ketua PMKRI Kupang Sanctus Franciscus Xaverius, Engelbertus Boli Tobin mengungkapkan bahwa mereka mereka bersurat kepada KPU RI untuk meminta KPU meninjau dan memperhatikan kembali pelaksanaan pemilu yang bertepatan dengan pelaksanaan hari raya keagamaan umat Katolik.

Selain bersurat ke KPU RI, mereka juga telah melaksanakan aksi untuk meminta kepada KPU Provinsi NTT untuk memperhatikan kembali pelaksanaan Pemilu serentak yang bertepatan dengan hari raya keagamaan tersebut pada Kamis (14/3/2019).

“Penyampaian dari komisioner KPU NTT saat aksi tersebut, mereka akan menyampaikan kembali ke KPU RI untuk di pertimbangkan kembali terkait dengan jadwal pemilu di NTT,” katanya.

Ketua DPW PPP NTT: Semangat Kader PPP di NTT Tidak akan Surut

Begini Alasan Brenton Tarrant Bikin Aksi Penembakan di Masjid Al Noor Selandia Baru

Polwan Geledah MA yang Simpan Sabu di Celana Dalam, Begini Kisahnya

BREAKING NEWS: Pria Asal Motaulun Malaka Diterkam Buaya

Boli Tobin juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2018, PMKRI telah melakukan audiensi dengan KPU NTT terkait pelaksanaan pemilu 2019, namun hingga saat ini tidak ada hasil yang disampaikan dari KPU NTT.   

“Tahun lalu PMKRI sudah beraudiensi dengan KPU untuk menyampaikan sikap terkait pelaksanaan pemilu 2019 namun belum direspon oleh pihak KPU sehingga kami kemarin trun aksi kembali dengan tuntutan yang sama untuk penundaan pemilu di NTT,” lanjut aktivis yang sering disapa Oby ini.

Ia menjelaskan, kalaupun Pemilu tetap dilaksanakan maka dikhawatirkan berdampak pada angka partisipasi pemilih menjadi berkurang, terjadi kecurangan dalam proses pemilihan serta mengganggu pelaksanaan rangkaian prosesi Semana Santa.

“Kita khawatirkan akan mengganggu proses ritual keagamaan di Flores timur sejak Rabu tanggal 17 April sampai dengan Minggu yang mana bisa menyebabkan partisipasi pemilih berkurang, kecurangan karena hampir sebagian umat akan sibuk melaksanakan ritual keagamaan,” bebernya.

Dalam surat bernomor 43/DPC/PMKRI-Kpg/III-F/III/ 2019 yang ditandatangani Ketua Presidium bersama dengan sekretaris jenderal PMKRI Kupang Jefry Adeodatus Bais itu, PMKRI Kupang menyatakan menolak pelaksanaan pemungutan suara yang bertepatan dengan pelaksanaan hari raya keagamaan umat Katolik dalam pekan suci Paskah.

CEO Berusia 53 Tahun Ini Viral Setelah Dengan Lincah Tirukan Tarian BTS di Lagu DNA Simak Aksinya!

Renungan Harian Katolik Sabtu 16 Maret 2019 Matius 5 :43-48 Berani Berbuat Lebih

Renungan Harian Kristen Protestan Sabtu 16 Maret 2019 Non Scholae, sed vitae discimus

Pada Rabu, 17 April 2019, umat Katolik di wilayah NTT khususnya di Kabupaten Flores Timur melangsungkan perayaan keagamaan Rabu Trewa yang merupakan awal rangkaian perayaan paskah dalam tradisi Semana Santa.

Oleh karena itu PMKRI Kupang menyampaikan enam poin tuntutan kepada KPU RI di Jakarta untuk menunda pelaksanaan pemilu di NTT. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved