BREAKING NEWS: Hilang 5 Hari, Fridus Salu Ditemukan Mengapung di Pantai Boleng

Breaking news: hilang 5 hari, Fridus Salu ditemukan mengapung di Pantai Boleng

BREAKING NEWS: Hilang 5 Hari, Fridus Salu Ditemukan Mengapung di Pantai Boleng
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Fridus Salu saat divisum di RSUD Lewoleba, Sabtu (16/3/2019). 

Breaking news: hilang 5 hari, Fridus Salu ditemukan mengapung di Pantai Boleng

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Setelah dicari berhari-hari, akhirnya Fridus Salu, korban yang hilang diseret arus laut, ditemukan mengapung di pantai Desa Boleng, , Kabupaten Flores Timur (Flotim), Sabtu (16/3/2019).

Korban ditemukan oleh seorang guru Abdul Rahim, yang hendak melaut pagi tadi.

Informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM di Lewoleba, Lembata, menyebutkan, pagi itu sekitar pukul 05.00 Wita, Abdul Rahim turun melaut di pantai desa itu. Abdul menggunakan sampan sehingga ia memancing di tempat yang agak dalam.

Bambang Brodjonegoro Sebut 25 Juta Rakyat Indonesia Suka BAB Sembarangan

Ketika hendak memancing, Abdul sepertinya melihat sesuatu yang mengapung di atas laut, tak jauh dari posisinya berada. Abdul lantas mengayuh sampan yang digunakannya untuk mendekati posisi barang yang mengapung tersebut.

Betapa kagetnya ketika ia mengetahui kalau yang mengapung itu adalah sesosok jenazah. Ia pun diam-diam mengambil tali pada sampannya kemudian mengikat ujung tali itu pada kaki mayat dan ujung tali yang lain diikatkan pada sampan yang digunakannya.

Jokowi Minta Para Pendukungnya Ajak Masyarakat ke TPS, Jangan Sampai Ada yang Golput

Saat itu juga ia mendayung perahu itu perlahan-lahan ke tepi pantai. Saat hendak menepi, Abdul berteriak-teriak minta tolong dan mengajak warga Boleng lainnya untuk ke pantai untuk membantunya mengambil jenazah yang baru dibawanya dari tengah laut.

Mendengar kabar yang demikian, warga Boleng tumpah ruah ke pesisir pantai. Mereka ingin mengetahui jenazah siapakah yang ditemukan itu. Karena hampir seminggu terakhir, Tim SAR Gabungan bersama para nelayan mondar mandir di perairan Lewoleba - Boleng mencari Fridus Salu yang hilang ditelan arus.laut saat sedang.menyuluh ikan di tepi pantai Desa Waijarang.

Peristiwa naas yang merenggut Fridus itu terjadi pada Senin (11/3/2019) sekitar pukul 22.00 Wita. Malam itu, korban menyuluh bersama keluarga dekatnya, Eman Taena. Entah kenapa, tiba-tiba korban direnggut arus laut. Saat-saat kritis tersebut, Eman tak melihatnya sehingga ia lantas berlari ketakutan dan melaporkan hal itu ke Polres Lembata.

Setelah korban dibawa ke darat, warga Boleng lantas menghubungi Tim SAR yang ada di posko pencarian di Desa Waijarang. Atas kabar tersebut, Tim SAR Maumere bersama sejumlah nelayan Waijarang lantas bergegas menuju Pantai Boleng untuk menjemput korban.

Setelah itu korban lalu diangkut dengan kapan nelayan itu menuju Pelabuhan Lewoleba. Dari pelabuhan itu, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Lewoleba untuk divisum. Saat itu juga diketahui kalau korban adalah Fridus Salu yang hilang di pantai Waijarang saat sedang menyuluh bersama Eman Taena.

Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek merah dengan baju hitam. Senter yang digunakan saat menyuluh masih terikat di kepala. Diketahui bahwa korban adalah Fridus Salu yang dicari hampir seminggu terakhir.

Dari visum luar yang dilakukan dokter RSUD Lewoleba, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Olehnya disimpulkan korban.tewaa karena murni mengalami kecelakaan di laut. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved