Miras NTT Produk Pengetahuan dan Teknologi Tradisional NTT yang Sah

miras tradisional merupakan buah dari ide, gagasan dalam masyarakat yang mengandung nilai-nilai setempat sebagai hasil pengalaman nyata masyarakat.

Miras NTT Produk Pengetahuan dan Teknologi Tradisional NTT yang Sah
Ant
Ilustrasi 

Miras NTT Produk Pengetahuan dan Teknologi Tradisional NTT yang Sah

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Minuman keras (Miras ) seperti Moke, Sopi dan Tuak adalah produk hasil olahan pengetahuan dan teknologi tradisional NTT yang merupakan warisan nenek moyang sejak dahulu.

Hal ini disampaikan Koordinator TPDI , Petrus Selestinus ,Jumat (15/3/2019).

Menurut Petrus, miras tradisional merupakan buah dari ide, gagasan dalam masyarakat yang mengandung nilai-nilai setempat sebagai hasil pengalaman nyata masyarakat.

"Hal ini berinteraksi dengan lingkungan, pemilikan dan pewarisannya secara komunal, diakui, dirawat bahkan dijadikan sebagai salah satu menu wajib dalam setiap pesta atau pertemuan adat keluarga baik dalam skala besar maupun skala kecil, baik acara resmi maupun tidak resmi," kata Petrus.

Karena itu ,lanjutnya, miras yang tumbuh dan berkembang di NTT jangan dipandang sebagai sebuah menu pelengkap hanya dari sudut kuliner apalagi sebagai produk ilegal, akan tetapi ia mempunyai nilai magis dalam ritus upacara adat.

Puluhan Perawat SBD Bersihkan Sampah Pasar Rada Mata, SBD

Bubungan Empat Rumah Warga Ulupulu I Diterpa Angin

Yayasan MTMF akan Bentuk Kampung Iklim di Nagekeo

"Bahkan merupakan salah satu unsur terpenting dalam setiap aktifitas ekspresi budaya tradisional masyarakat NTT dalam kehidupan ritus sehari-hari," katanya.

Dijelaskan, munculnya operasi penindakan atas penjualan moke di pasar-pasar tradisional akhir-akhir ini yang dilakukan oleh aparat kepolisian di beberapa kabupaten merupakan kegiatan yang menghina budaya NTT.

"Kita lihat polisi menyita dan merampas miras yang diperjualbelikan di pasar tradisional, tentu ini bentuk penghinaan budaya NTT, oleh karena miras bagi masyarakat NTT tidak sekedar alat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi tetapi labih daripada itu miras adalah bagian dari ekspresi budaya tradisional yang dilindungi oleh Hukum Adat dan UUD 1945," ujarnya.

Dikatakan, Hukum Adat, Konstitusi 45 dan Hukum Nasional tidak melarang tindakan memproduksi, mengkonsumsi, jual beli di pasar atau di kios-kios demi memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat dan ekspresi budaya masyarakat.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved