Belum Ada Desa Mandiri Di Ende

Dalam 5 tahun masa kepimpinan Bupati Ende, Ir Marsel Petu jumlah desa tertinggal berkurang 36 desa

Belum Ada Desa Mandiri Di Ende
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Kepala Seksi Statistik BPS Kabupaten Ende,Yohanis Marino menyerahkan data Posdes kepada Wakil Bupati Ende,Drs Djafar Achmad. 

Belum Ada Desa Mandiri Di Ende

POS-KUPANG.COM|ENDE---Dalam 5 tahun masa kepimpinan Bupati Ende, Ir Marsel Petu jumlah desa tertinggal berkurang 36 desa.

Badan Pusat Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam Lima tahun, pemerintah Bupati Marsel berhasil mengurangi sebanyak 36 desa dari status Desa tertinggal menjadi Desa berkembang tetapi belum ada satupun masuk desa Mandiri di kabupaten Ende .

Dengan capaian itu, maka target pengurangan 50 desa tertinggal serta peningkatan desa menuju desa mandiri belum tercapai.

Kepala Seksi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Ende,Johanis Marino mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com,Jumat (15/3/2019) di Ende.

Dikatakan berdasarkan Indeks Pembangunan Desa (IPD) tahun 2018 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap 255 unit desa di Kabupaten Ende , diketahui bahwa dari jumlah tersebut sebanyak 114 unit (44.71,4 persen) desa masuk dalam kategori desa tertinggal, sebanyak 141 unit (55.29 persen masuk kategori desa berkembang sedangkan desa mandiri, 0 unit (0 persen).

Marino menjelaskan bahwa perhitungan komposit IPD diukur dari 5 dimensi, yaitu ketersediaan pelayanan dasar, kondisi infrastruktur, aksesbilitas transportasi, pelayanan umum, serta penyelenggaraan pemerintah.

Kelima dimensi tersebut kemudian dijadikan faktor penentu pengkategorian desa mandiri, desa berkembang, dan desa tertinggal.

Paulus menjelaskan, perhitungan IPD ini menunjukkan tingkat perkembangan desa dalam kategori mandiri dimana nilai diatas 75 sampai dengan 100 ,desa berkembang nilainya antara 50 sampai dengan 74,99 sedangkan desa tertingal nilai 0 sampai dengan 49,99.

Walaupun Indeks Pembanguna Desa (IPD) Kabupaten Ende meningkat dari 47,75 pada tahun 2014 meningkat menjadi 51,58 di tahun 2018 meskipun nilai indeksnya meningkat tetapi belum ada desa yang masuk kategori desa mandiri,ujar Marino.

Marino mengatakan desa yang paling tinggi nilai indeks Pembangunan Desanya adalah Desa Nanganesa dari Kecamatan Ndona nilai 70 sedangkan desa dengan nilai IPD terendah adalad Desa Mbowora dari Kecamatan Lio Timur dengan nilai 32,91

Halaman
123
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved