Anak-Anak Sekolah Korban Longsor di Tondong Belang Mabar Butuh Buku dan Alat Tulis

Berbagai jenis bantuan semakin banyak diberikan tetapi yang masih sangat minim adalah lauk pauk, selain perlengkapan sekolah anak-anak.

Anak-Anak Sekolah Korban Longsor di Tondong Belang Mabar Butuh Buku dan Alat Tulis
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Berbagai bantuan diterima oleh warga di Culu, Desa Tondong Belang setelah bencana longsor. 

Anak-Anak Sekolah Korban Longsor di Tondong Belang Mabar Butuh Buku-Buku dan Alat Tulis

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Anak-anak sekolah di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang saat ini mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat akibat bencana longsor, membutuhkan buku-buku dan alat tulis serta perlengkapan sekolah lainnya.

Sampai hari ini, Jumat (15/3/2019) sejumlah warga masih mengungsi ke rumah-rumah yang relatif aman di sekitar tempat kejadian.

Berbagai jenis bantuan semakin banyak diberikan tetapi yang masih sangat minim adalah lauk pauk, selain perlengkapan sekolah anak-anak.

"Bantuan yang masih sangat kurang adalah lauk pauk. Misalnya ikan kaleng atau ikan kering dan sayur mayur. Kebutuhan Balita memang ada tetapi belum cukup, antara lain susu, pempers dan yang lainnya. Anak-anak sekolah juga butuh buku tulis atau perlengkapan sekolah," kata Kepala Desa Tondong Belang Fransiskus Severius Fedi, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat pagi.

Pihaknya kata dia sedang melakukan penanganan terhadap berbagai dampak ikutan akibat bencana longsor di desa itu pada Hari Kamis (7/3/2019) lalu.

Menurut Sekretaris Desa Tondong Belang Quirinus Urudin, barang bantuan yang sudah masuk ke desa itu saat ini antara lain beras, roti, biskuit, perlengkapan bayi, minyak kayu putih, gula, minyak goreng, kopi bubuk, minuman ringan untuk anak-anak, garam, mie instant, susu, sikat gigi, pasta gigi, telur dan pakaian.

Ratusan Pohon Pisang di Bakunase, Kota Kupang Tumbang

Berita Populer, Kamis 14 Maret 2019, dari Skandal Seungri BIG BANG Hingga Pasangan Mahasiswa Aborsi

Sepuluh Obyek Wisata di Sumba Diprediksi BMKG Siang Hari Diguyur Hujan

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Mabar Bernardus Dandur, menjelaskan bahwa pihaknya sedang mendata jumlah anak sekolah yang terkena dampak bencana itu.

"Kami berencana agar anak-anak yang sedang mengungsi atau ditampung di rumah warga sekitar untuk bisa sekolah di sekolah terdekat. Setelah semua data sudah ada, kami segera berkoordinasi dengan sekolah terdekat seperti di Melo," kata Bernardus.

Pihaknya kata dia fokus untuk murid atau siswa-siswi yang akan mengikuti ujian nasional, seperti kelas 3 SMP atau kelas 6 SD.

"Mereka harus punya ruangan kelas tersendiri di sekolah terdekat sehingga guru-guru dari sekolah asalnya bisa datang mengajar mereka," kata Bernardus.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved