Warga Belu yang Tertahan di Timor Leste Jadi Topik Diskusi Dalam Rakor

pemilih dalam pemilihan umum serentak tahun 2019. Mereka terancam tidak bisa menggunakan hak suara karena tersandung kasus.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Pemerintah Kabupaten Belu melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menyelenggarakan rapat koordinasi Pemantuan dan Pengamanan Pemilu tahun 2019 di Aula Betelalenok, Kamis (14/3/2019). 

Warga Belu yang Tertahan di Timor Leste Jadi Topik Diskusi Dalam Rakor

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA--Sebanyak 11 warga Negara Indonesia asal Desa Kenebibi, Kecamatan Kaluluk Mesak, Kabupaten Belu yang masih tertahan di Timor Leste menjadi topik diskusi dalam rapat koordinasi pengawasan dan pengamanan pemilu di Kabupaten Belu, Kamis (14/3/2019).

Pasalnya, ke 11 warga tersebut adalah pemilih dalam pemilihan umum serentak tahun 2019. Mereka terancam tidak bisa menggunakan hak suara karena tersandung kasus.

Terkait masalah ini, Dansatgas menjelaskan, ke 11 warga yang ditahan di Timor Leste sudah ditangani secara hukum oleh Pemerintah Indonesia dan sedang diupayakan untuk proses pemulangan. Namum pemulangan ke 11 warga tersebut belum diketahui.

Ditumpangi 5 Turis Asing, Kapal Pesiar Tenggelam di Laut Banda, Ini Identitas Korban

Jabat Ketua PKK, Arumi Bachsin Bicara Pemberdayaan Janda dan Kepala Rumah Tangga Perempuan

Tes Pramusim, Ferrari Tebar Ancaman ke Mercedes di Seri Pembuka F1 

Renungan Harian Katolik, Kamis 14 Maret 2019 : Kekuatan Mencoba dengan Optimis

Perwakilan dari kepolisian, Kasat Reskrim, AKP. Didid Wahyu Agustyawan menjelaskan, potensi kerawanan yang bisa terjadi dalam pemilu, salah satunya adalah pemilih yang tidak mendapatkan kesempatan memilih. Untuk itu diminta kerjasama yang baik dari semua pihak agar sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

Sementara Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan menegaskan, ke 11 warga yang tertahan di Timor Leste jangan dijadikan tameng untuk mengganggu pelaksanaan pemilu di Kabupaten Belu. Sebab, warga yang tertahan di Timor Leste itu akibat perbuatan melanggar hukum.

"Jangan solidaritas tapi lawan hukum. Hukum harus kuat dan ditegakkan," tegas Ose Luan.

Tuntaskan Masalah Logistik Pemilu

Jokowi Targetkan Tahun 2020 Bandara Depati Amir Layani 3 Juta Penumpang

Perempuan NTT di Persimpangan Jalan

Rakor UN, Tarsisius Djogo: SK Ujian dari Povinsi Belum Ada

Untuk diketahui, sebanyak 11 orang warga Negara Indonesia asal Desa Kenebibi, Kecamatan Kaluluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi NTT ditangkap petugas Bea Cukai Timor Leste lantaran menyelundup Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah melalui laut.

Mereka ditahan Pemerintah Timor Leste di Lapas Delora. Sebelumnya mereka ditahan di Sub District Suai, Distric Maliana, Kamis (21/2/2019).

Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho dalam arahannya menegaskan kepada masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan, meski berbeda pilihan.

"Beda pilihan biasa tapi tetap jaga persaudaraan. Kita lebih kedepankan kepetingan umum yakni menyukseskan penyelenggaraan pemilu serentak 2019," pinta Nugroho. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved