Petani di TTU Ini Berbagi Inspirasi Agar Jadi Petani Sukses, Kurang Modal Bukan Masalah

Yohanes Tubani sekaligus pemilik sawah dan penggerak pertanian bagi inspirasi bagi para petani agar bisa berhasil. Kurang modal bukan masalah

Petani di TTU Ini Berbagi Inspirasi Agar Jadi Petani Sukses, Kurang Modal Bukan Masalah
YOHANES untuk POS-KUPANG.COM
Pemilik Sawah, Yohanes Tubani (kiri) di tengah tanaman padi miliknya. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Sawah seluas 4 ha yang terbagi di lima lokasi di Lurasik, Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ini sebagai tempat belajar bagi para petani di sana.

Tempat ini baik untuk yang sudah menjadi anggota Koperasi Kredit (Kopdit) Serviam ataupun yang belum menjadi anggota.

Yohanes Tubani sekaligus pemilik sawah dan penggerak pertanian untuk Anggota Koperasi Kredit Serviam ini ingin menginspirasi para petani menjadi petani sukses dan bisa memanfaatkan lahan yang mereka punyai.

"Jadi, kalau mereka butuh modal tinggal koperasi layani pinjaman. Ini juga cara pegawai koperasi untuk menekan angka kelalaian peminjam dan meningkatkan penghasilan anggota dengan bertani secara profesional," kata Yohanes ketika menghubungi Pos Kupang, Selasa (12/3/2019).

Owen Hotalelu, Tetap Semangat Sekolah Walau Menulis Hanya Dengan Kedua Kakiny

Perlakuan Jin BTS Kepada Staf Big Hit Entertainment Jadi Sorotan, Paling Keras Kepala?

Hasil produksi sekitar 14 ton tahun lalu, kata Yohanes, dijual ke anggota koperasi yang berada di daerah pegunungan dan tidak memiliki beras dengan harga murah.

Sementara itu, PT Nufarm mengedukasi para petani untuk bisa beralih dari teknik tanam padi secara tradisional ke menanam yang lebih moderen. Menggunakan sistem tanam jajar legowo, maka bisa menanam lebih banyak padi lagi. Salah satu petani yang dibimbing oleh PT Nufarm dalam teknik menanam yaitu para petani yang berlokasi di Lurasik Biboki utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Mulsa plastik yang digunakan petani hortikultura di TTU
Mulsa plastik yang digunakan petani hortikultura di TTU (YOHANES untuk POS-KUPANG.COM)

Yohanes mengatakan, selama ini sawah miliknya masih dikelola secara tradisional sehingga hasilnya kurang maksimal. "Baru tahun ini diterapkan teknologi pertanian, yang dibimbing oleh petugas lapangan dari PT Nufarm," ujarnya.

Ia mengatakan, tahun lalu hasil panen 14 ton. "Mudah-mudahan setelah diterapkan teknik menanam secara profesional, hasilnya akan meningkat," ujarnya.

Ia mengatakan, PT Nufarm telah mendampingi mereka sejak Februari 2019. "Sekarang kita sudah menanam dan sudah sampai pada pemupukan," tuturnya.

Polres Kupang Bangun Rumah Ibadah Lintas Agama

Ia juga bersama PT Nufarm dan Panah Merah mendampingi petani lahan kering untuk menanam tanaman hortikultura, baik sawah maupun lahan kering. "Disiapkan tanaman 6000 pohon lombok dan 6000 pohon tomat di area 1 ha," tuturnya.  (laporan reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved