Owen Hotalelu, Tetap Semangat Sekolah Walau Menulis Hanya Dengan Kedua Kakiny

Luar Biasa! Walau hanya mengandalkan kedua kakinya untuk menulis, Mikael Owen Hotalelu Hamataku tetap semangat sekolah

Owen Hotalelu, Tetap Semangat Sekolah  Walau Menulis Hanya Dengan Kedua Kakiny
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Mikael Owen Hotalelu Hamataku bersama ibunya Jeni Humba Tamar. 

Owen Hotalelu, Tetap Semangat Sekolah  Walau Menulis Hanya Dengan Kedua Kakinya

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU- Dari sejak dilahirkan oleh ibunya di Denpasar, Bali pada tangggal 29 April 2007 Mikael Owen Hotalelu Hamataku telah menyadang distabilitas atau memiliki kekurangan fisik pada kedua tangan, begitu juga pada kedua kakinya.

Meskipun memiliki kekurangan fisik, namun kedua orang tuanya, ayah Yance Laki Hina, dan Ibu Jeni Humba Tamar sangat bangga dengan Owen, sebab Owen memiliki IQ atau pengetahuan yang sangat bagus dari anak-anak lain yang pada normal.

Jeni Humba Tamar ketika ditemui POS-KUPANG.COM di kediamanya, Kamis (14/3/2019) mengaku karena memaliki kemampuan dan mental yang sangat bagus, mereka sebagai orang tua kandung tidak ingin untuk menyekolahkan di sekolah luar biasa (SLB), apalagi jika di SLB maka martabat Owen akan direndahkan, sehingga Owen tetap disekolahkan di SDI Kamalaputi Waingapu.

Pemilu 2019, Ini Jumlah Pemilih Disabilitas di NTT Mencapai 13.002 Orang

Kabupaten Sikka Miliki 1.066 Pemilih Disabilitas

"Jadi kita sangat bersyukur sekolah bisa terima anak kami Owen. Karena melihat dari perkembangan cara dia menulis walaupun dia memakai kaki, tetapi tulisanya bagus dan juga dalam dia menerima pelajaran tidak seperti anak-anak lain yang punya kekurangan seperti dia," kata Jeni.

Owen memang bukan hanya masuk SD baru tahu membaca, namun sejak sebelum masuk TK Wangga, Owen sudah bisa membaca, karena selalu ada dukungan penuh dari kedua orang tuanya untuk membimbingnya dalam belajar membaca.

"Jadi saya sering bimbing anak saya kalau disaat waktu kosong untuk dia belajar dan membaca. Saya selalu mensuport dia karena saya lihat dari perkembanganya dia bisa belajar, bisa bermain seperti anak-anak lain," tutur Jeni.

Jeni mengatakan, anak pertama mereka itu bukan hanya jago menulis dengan kaki, tetapi jago juga dalam membuka laptop dan bermain laptop juga dengan menggunakan kaki.

"Kami orang tua juga kalah dengan barang-barang modern begitu, tapi Owen lebih pintar meskipun mengetik tulisan di Komputer di tombol keybord hanya menggunakan ujung jari kaki," ungkap Jeni.

Jeni juga mengatakan, sebagai orang tua kandung ia menekankan kepada Owen agar menghindari perasaan malu, mental lemah dengan kawan-kawannya yang normal tidak boleh merasa kurang, sehingga apa yang menjadi cita-cita akan tercapai.

Ini Jumlah Pemilih Disabilitas di Kota Kupang

KPUD Manggarai Sudah Akomodir Pemilih Disabilitas

"Saya sangat senang dia punya keberanian, sehingga saya punya semangat untuk terus dorong dia. Tuhan ini maha adil, adil juga bagi orang yang kekurangan seperti Owen. Memang ada kawannya yang olok dia, tetapi saya tetap ingatkan tidak semua orang normal memiliki kemampuan seperti Nyumbu miliki," ungkap Jeni.

Jeni juga mengatakan, meskipun distabilitas, namun ia selalu menekankan kepada anak sulung mereka itu bukan semua punya ketergantungan pada teman-teman, tetapi juga ada hal-hal lain harus bisa sendiri.

Jeni juga berharap baik dari Pemerintah maupun pihak-pihak lain yang memang punya kerinduan kepada Owen jika berkenan bisa memperhatikan Owen yang memiliki segudang prestasi ini.

"Harapan saya seperti itu, kalau memang ada yang memperhatikan anak saya yang memiliki pretasi seperti ini. Ya adalah perhatian untuk menunjang dia punya kemampuan jangan kita hanya sekedar melihat atau menyaksikan saja, itulah harapan kami dari orang tua," pungkas Jeni dengan berlinang air mata sambari meratapi anaknya Owen. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved