Lima Ibu Rumah Tangga Asal Desa Done ke Malaysia Barat Jadi Penata Rumah Tangga

Lima Ibu Rumah Tangga asal Desa Done ke Malaysia Barat jadi penata rumah tangga

Lima Ibu Rumah Tangga Asal Desa Done ke Malaysia Barat Jadi Penata Rumah Tangga
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Calon Pekerja Migran asal Desa Done, Kecamatan Magepanda, dialog dengan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (baju sarung ikat tenun) ketika meresmikan LTSA PPPMI Sikka di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sikka, Jalan El Tari, Kota Maumere, Pulau Flores, NTT, Kamis (14/3/2019). 

Lima Ibu Rumah Tangga asal Desa Done ke Malaysia Barat jadi penata rumah tangga

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Lima orang ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Done, Kecamatan Magepanda, 31 Km arah utara Kota Maumere di Pulau Flores, NTT akan menjalani profesi baru menjadi penata rumah tangga di Malaysia Barat.

"Pelatihan keterampilan akan dijalani di Kupang dan keberangkatan juga dilakukan dari Kupang," kata John Beti, Kepala Cabang PT Anugrah Diantas Maumere, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (14/3/2019) di Maumere menghadiri peresmian Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (LTSA PPPMI) Sikka di Dinas Nakertrans Sikka.

50.801 Siswa SMA di NTT Mengikuti Ujian Nasional 2019

Kelima IRT yakni, Yosefina Jeri (32), Maria Susi Susanti (24), Regina Reri (32), Emiliana Sebi (32), dan Lusia Rei (26).

John menjelaskan, pekerjaan utama yang dijalani kelima penata rumah tangga yakni sterika baju, membersihkan rumah dan mencuci pakaian. Memasak makanan kebanyakan diambilalih oleh majikan.

Demi Asap Dapur, Emilia Sebi ke Malaysia Rela Tinggalkan Tiga Anak di Done

"Sterika baju akan dilatih di Kupang menggunakan mesin uap. Sapu rumah pakai sedot, cuci pakaian pakai mesin. Rambut mereka harus pendek atau kalau tidak mau dipangkas pendek dibungkus, karena semua pekerjaan berhubungan dengan mesin. Selama bekerja harus mengenai pakaian sopan," ujar John.

Ia menambahkan, kelima penata rumah tangga akan menjalani masa kontrak dua tahun terhitung sejak hari pertama tiba di rumah majikannya. Mereka menerima upah 1.200 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 4 juta lebih sesuai kurs Ringgit.

"Kalau paspor dan nomor ID-nya sudah keluar, mereka akan tahu identitas majikan. Tipe rumah, jumlah penghuni di dalam rumah dan jumlah pembantu di dalam rumah dengan tugas-tugasnya," kata John. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved