Skandal Suap Demi Masuk Universitas Bergengsi Seret Selebriti dan CEO AS

Heboh, Skandal Suap Demi Masuk Universitas Bergengsi Seret selebriti dan CEO AS

Skandal Suap Demi Masuk Universitas Bergengsi Seret Selebriti dan CEO AS
KOMPAS.com/Shutterstock
Yale University di New Haven, Connecticut, AS. 

Heboh, Skandal Suap Demi Masuk Universitas Bergengsi Seret selebriti dan CEO AS

POS-KUPANG.COM | WASHINGTON DC - Siapa yang tidak mau menempuh pendidikan di universitas unggul dan bergengsi demi masa depan? Kini, AS tengah dihebohkan dengan skandal kecurangan dan suap dalam skema penerimaan perguruan tinggi.

Diwartakan CNN, Selasa (12/3/2019), jaksa federal menghadirkan 50 tertuduh dari enam negara bagian dengan jutaan dollar yang disalurkan secara ilegal ke beberapa universitas paling selektif di "Negeri Paman Sam".

Pesawat Boeing 737 Max 8 Buatan Amerika Serikat, Ini Harga dan Spesifikasi

Skandal itu melibatkan kecurangan dalam hasil tes standar dan suap dalam bentuk donasi agar bisa diterima di universitas mana pun.

Laporan AFP menyebutkan, sejumlah nama terkenal masuk dalam daftar sebagai tertuduh kasus penyuapan demi membantu anak-anak mereka masuk ke universitas terkemuka. Nama-nama itu seperti bintang serial "Desperate Housewiver" Felicity Huffman dan aktris Hollywood lainnya, Lori Loughlin.

Go-Jek Sesalkan Terapis Mitra Go-Massage Diperkosa Pelanggan di Bandung, Ini yang Dilakukan

Selain itu, CEO, pemodal, kepala firma hukum terkenal, pengusaha wine, dan perancang busana juga diduga melakukan kecurangan dalam ujian penerimaan.

Mereka juga dituduh menyuapa agar bisa memasukkan anak-anak mereka ke universitas bergengsi termasuk Yale, Stanford, Georgetown dan University of Southern California.

Mereka memberikan donasi palsu yang dijalankan oleh William Singer senilai lebih dari 25 juta dollar AS selama 7 tahun.

Uang tersebut ternyata dipakai untuk mengatur agar bisa memperbaiki ujian masuk SAT dan ACT anak-anak elite AS.

Selain itu, uang juga dipakai untuk menyuap pelatih olahraga universitas, ketika anak-anak tidak memenuhi syarat.

Secara keseluruhan, 50 orang terduga, termasuk 33 orangtua, 13 pelatih olahraga universitas dan operator organisasi ujian, serta Singer dan tiga orang lainnya yang mengoperasikan skema kecurangan. 13 orang dari mereka yang dituduh, termasuk Huffman, ditangkap dan dijadwalkan untuk menerima dakwaan pada Selasa malam (12/3/2019) malam di Los Angeles.

Huffman dituding memberikan 15.000 dillar AS untuk amal palsu melalui Singer untuk mencurangi hasil SAT putrinya.

Yang lainnya akan hadir di pengadilan di Boston, New York, Connecticut dan sebagainya. Loughlin tidak ditangkap karena berada di Kanada.

"Orangtua ini seperti katalog kekayaan dan hak istimewa," kata Andrew Lelling, pengacara AS di Boston, Massachusetts tempat kasus itu diumumkan.

"Setiap tahun, ratusan ribu orang yang bekerja keras dan berbakat berusaha masuk ke sekolah-sekolah elite," katanya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved