Polres Lembata Minta Bantuan SAR Maumere Cari Fridus Salu yang Hilang di Pantai Waijarang

Polres Lembata Minta Bantuan SAR Maumere Cari Fridus Salu yang Hilang di Pantai Waijarang

Polres Lembata Minta Bantuan SAR Maumere Cari Fridus Salu yang Hilang di Pantai Waijarang
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Perahu motor ini berlabuh di pantai Desa Waijarang dan beberapa awak perahu motor itu menyelam mencari korban di dasar laut. Gambar diabadikan, Rabu (13/3/2019). 

Polres Lembata Minta Bantuan SAR Maumere Cari Fridus Salu yang Hilang di Pantai Waijarang

POS-KUPAMG.COM | LEWOLEBA - Polres Lembata meminta bantuan Tim SAR Maumere, Kabupaten Sikka untuk membantu mencari Fridus Salu, yang sampai saat ini belum ditemukan. Fridus hilang saat sedang menyuluh di pantai Desa Waijarang, pada Senin (11/3/2019) malam.

"Sampai hari ketiga ini kami dari Polres Lembata bersama TNI Angkatan Laut dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Lembata, masih melakukan pencarian terhadap korban. Hingga saat ini korban belum ditemukan."

Terungkap Saat Rekonstruksi, Kasus Pembunuhan Pria Terbungkus Plastik Berawal dari Rebutan Bayi

Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora melalui Kasat Reskrim, Iptu Yohanis Wila Mira mengatakan hal tersebut, ketika ditemui Pos Kupang.Com di Mapolres Lembata, Rabu (13/3/2019) siang.

Ia dihubungi terkait perkembangan penanganan kasus hilangnya Fridus Salu saat sedang menyuluh di pantai Desa Waijarang, Senin (11/3/2019) malam.

Suami Ditangkap, Istri Terduga Teroris di Sibolga Diduga Meledakkan Diri pada Rabu Dini Hari

Sebelumnya, harian ini memberitakan, Fridus Salu, pria 39 tahun asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tiba-tiba hilang saat sedang menyuluh bersama Eman, temannya, di pantai Desa Waijarang, tak jauh dari Pelabuhan Feri Waijarang, Senin (11/3/2019) malam.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti sebab musebab mengapa Fridus tiba-tiba menghilang ketika bersama Eman, menyuluh di tepi pantai di desa itu.

Eman juga tak tahu pasti mengapa temannya Fridus tiba-tiba sudah tak ada lagi di dekatnya. Sebab saat detik-detik terakhir menghilangnya korban, Eman sedang larut dalam asyiknya menangkap ikan, yang malam itu sepertinya jinak sekali.

Saat sedang asyik menombak ikan, tiba-tiba Eman menoleh ke belakang dan ia tak melihat lagi Fridus berada di dekatnya. Padahal saat menyuluh itu, Eman sedikit lebih ke depan, sementara Fridus berada di belakangnya.

Saat Eman menoleh itulah ia tak melihat lagi korban berada di TKP. Bahkan suasana menyuluh yang sebelumnya cukup banyak orang, tapi saat kejadian itu suasana di pantai itu sudah sepi dan sangat gelap.

Halaman
12
Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved