TNI AL Maumere Dalami Pelanggaran Kapal Ditangkap KRI I Gusti Ngurah Rai

kami terima limpahan berkas perkara pelanggaran dari KRI I Gusti Ngurah Rai 332. Sementara ini kami sedang dalami

TNI  AL Maumere  Dalami  Pelanggaran Kapal Ditangkap  KRI  I Gusti Ngurah  Rai
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A
KLM Surya Jaya 03 berlabuh di Pelabuhan Lorens Say, Kota Maumere, Pulau Flores, Propinsi NTT, Senin (11/3/2019). 

TNI  AL Maumere  Dalami  Pelanggaran Kapal Ditangkap  KRI  I Gusti Ngurah  Rai    

POS-KUPANG.COM|MAUMER-- Dugaan  pelanggaran  yang dilakukan  KLM Surya Jaya 03  dan  KLM Nusantara  Indah, saat ini  masih didalami   oleh  Lanal   Maumere.  Sampai    hari ini,  kedua  kapal masih  berlabuh di  Pelabuhan  Lorens Say, Kota Maumere,  Pulau Flores, Propinsi NTT, setelah ditangkap KRI I Gusti Ngurah Rai, Minggu (10/3/2019).

Komandan Pangkalan TNI AL  (Danlanal) Maumere, Kolonel  (Marinir) Sumantri, berkas  kasus ini diterima  dari KRI  I Gusti Ngurah  Rai  yang melakukan operasi di wilayah Utara.

“Sekitar pukul 19.00 WITA, kami terima limpahan berkas perkara pelanggaran dari KRI I Gusti Ngurah Rai 332. Sementara ini kami sedang dalami,” ujar Kolonel  Sumantri.

Dijelaskannya, KLM Surya Jaya 03 berlayar dari Surabaya menuju Pulau Kisar diamankan di Pulau Sukun. Kapal berbobot 88 GT ini mengangkut sembako campuran.

KLM Nusantara Indah berlayar dari Labuan Bajo menuju Surabaya, diamankan di Selat Sape. Kapal dengan bobot 140 GT ini mengangkut barang-barang rongsokan

Ini Penjelasan Menkumham soal Kronologi Pembebasan Siti Aisyah

Gempa Magnitudo 5,8 SR Guncang Padang Sidempuan

Suara Mirip Bilal bin Rabah, Ini Penampakan Ustadz Abdul Somad Ikut Lomba Adzan Tahun 1989

Pengamat Transportasi Sarankan Batas Bawah Tarif Ojek Online Rp 2.000 Per Kilometer

“Penyidik menemukan pelanggaran. Pada KLM Surya Jaya 03, dari 9 ABK (anak buah kapal) hanya  dua  orang  yang punya  buku pelaut. Nahkoda tidak bisa menunjukkan dokumen manifest,  padahal dan empat orang menumpang pada kapal tersebut,” kata  Kolonel  Sumantri.

Nahkoda juga tidak bisa menunjukkan surat izin usaha pelayaran (SIUP). Jenis  pelanggaran lain, nahkoda tidak menunjukkan kelengkapan keselamatan yang wajib dimiliki kapal-kapal demi keselamatan berlayar.

Pada KLM Nusantara Indah, hanya  satu dari tujuh  ABK yang memilki buku pelaut.  Lima ABK buku pelautnya sudah berakhir masa berlaku, dan  satu  ABK sama sekali tidak memiliki buku pelaut.

Selain  itu, nahkoda tidak bisa menunjukan kelengkapan radio komunikasi SSB yang merupakan kelengkapan wajib dimiliki setiap kapal saat berlayar.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved