Hari Ini Sekjen dan Bendahara Umum KONI Hadapi Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta

Hari Ini Sekjen dan Bendahara Umum KONI Hadapi Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta

Hari Ini Sekjen dan Bendahara Umum KONI Hadapi Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy (tengah) berjalan keluar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/12/2018) dini hari. 

Hari Ini Sekjen dan Bendahara Umum KONI Hadapi Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI ) Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI, Jhonny E Awuy akan menjalani sidang perdana sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (11/3/2019).

Sidang perdana akan dimulai dengan pembacaan surat dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ending dan Jhonny terjerat dalam kasus dugaan suap terkait alokasi dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga ke KONI.

Kronologi Pemuda di Gresik Bunuh Ibu Kandung, Pelaku Sempat Bersembunyi di Rumah Lain

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Deputi IV Kemenpora, Mulyana sebagai tersangka. Selain itu, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto juga menjadi tersangka.

Ketiganya diduga sebagai penerima suap. Sementara, Ending dan Jhonny sebagai orang yang diduga memberi suap. Mulyana diduga menerima uang dalam kartu ATM dengan saldo sekitar Rp 100 juta. Ia juga diduga sudah menerima uang sekitar Rp 300 juta, satu unit mobil dan satu ponsel.

Fakta Foto Jokowi-Maruf di Produk Kondom, Relawan Jokowi Desak Polisi Tangkap Pelakunya

Sementara itu, Adhi, Eko dan kawan-kawan diduga menerima sekitar Rp 318 juta. KPK menduga suap yang diberikan terkait penyaluran dana hibah dari Kemenpora ke KONI sebesar Rp 17,9 miliar.

KPK menduga, sebelum proposal diajukan, telah ada kesepakatan untuk mengalokasikan fee sekitar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu sekitar Rp 3,4 miliar. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved