Berkas Perkara Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Kota Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Perkara Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Kota Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Perkara Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Kota Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
POS-KUPANG.COM/Ryan Nong
Kanit PPA Polresta Kupang Kota, Bripka Bregitha N. Usfinit SH di ruang kerjanya pada Rabu (16/5/2018. 

Berkas Perkara Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Kota Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Berkas tersangka kasus pencabulan yang dilakukan ayah kandung, YM (43) terhadap anak kandungnya IJM (12) di kos mereka di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang.

"Berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh kejaksaan. Makanya kami menyerahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan untuk diproses lebih lanjut," tandas Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MH melalui Kanit PPA Bripka Bregitha N. Usfinit, SH ketika ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya Senin (11/3/2019).

Atasi Kelangkaan BBM di Labuan Bajo, 8 Unit Mobil Tangki dari Bima Suplai Avtur dan Minyak Tanah

Bripka Bregitha menjelaskan, pelimpahan berkas perkara tersebut telah dilakukan pada Sabtu (6/3/2019) lalu.

Diberitakan sebelumnya, Kasus percabulan dan persetubuhan JM (43) terhadap anak perempuannya, IJM yang baru berusia 12 tahun telah diakui oleh pelaku.

Adang Warya: Tugas BBPP Kupang Tingkatkan Kompetensi Petani

Di hadapan penyidik, JM mengaku tidak ingat berapa kali ia melakukan perbuatan bejat itu kepada darah dagingnya sendiri.

Sedangkan, dari pengakuan IJM, perbuatan bejat yang harus ia tanggung dari orang yang paling dekat dengannya itu telah berlangsung berulang kali. Saban bulan, ia mendapat perlakuan itu lebih dari dua kali.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, S.H melalui Kanit PPA Bripka Bregitha Usfinit, Selasa (5/2/2019) menuturkan, berdasarkan pengakuan korban, dalam setiap bulan ia dipaksa dan diancam harus melayani birahi ayahnya lebih dari dua kali. Dan itu katanya telah berlangsung lama.

"Pengakuan korban, setiap kali ayahnya pulang dalam keadaan mabuk maka ia dipaksa untuk membuka celananya dan melayani ayahnya. Kejadian itu berlanjut setiap bulan dan sudah terjadi dalam waktu yang lama," ungkap Brigita.

Namun pelaku, lanjut Bregitha, mengaku tidak lagi ingat berapa kali ia melakukan perbuatan bejat itu. Ia mengaku mabuk sehingga tidak dapat mengingat jumlah perbuatannya secara pasti.

Halaman
12
Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved