Wilayah Kota Kupang Diterjang Badai dan Hujan Lebat, Begini Penjelasan BMKG

Pantauan POS-KUPANG.COM, sekitar pukul 08.30, terjadi hujan dengan intensitas sedang, setengah jam kemudian hujan makin lebat disertai angin ken

Wilayah Kota Kupang  Diterjang Badai dan Hujan Lebat,  Begini Penjelasan BMKG
Pos KUpang.com, Ferry Ndoen
Warga sedang membantu menebang pohon yang tumbang menidih Mobil Avanza, di Jalan Frans Seda, Minggu (10/3/2019) 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kota Kupang lagi-lagi diterjang angin kencang dan hujan lebat. Minggu (10/3/2019).

Sejumlah warga panik mendengar gemuruh angin dan riuh seng saat diterpa angin.

Pantauan POS-KUPANG.COM, sekitar pukul 08.30, terjadi hujan dengan intensitas sedang, setengah jam kemudian hujan makin lebat disertai angin kencang.

Akibatnya, sejumlah pohon di beberapa ruas jalan tumbang dan menutup badan jalan. Di antaranya, ruas Jl. El Tari, Frans Seda, Jl. Angga Oepura dan lain-lain.

Tidak hanya itu, informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, angin kencang juga menerbangkan seng-seng di rumah warga. Sementara itu pohon yang tumbang menindih mobil dan kabel listrik.

Badan Meteorologi dan Geofisika, Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, melalui Forecaster I. Wisnu Wardhana menjelaskan, fenomena cuaca yang melanda Kota Kupang ini diidentifikasi sebagai squall line.

Squal line sangat berbahaya karena terdiri dari barisan awan cumulonimbus yang dapat mengakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang dan badai guntur.

Selain itu dapat mengakibatkan turbulensi yang membahayakan penerbangan.

Ia menjelaskan, squall line merupakan fenomena cuaca berskala lokal dari waktu tumbuh hingga punah (berakhir), 3-5 jam.

Lanjutnya, dari pantauan radar cuaca BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, squall line sudah mulai memasuki fase punah, tetapi masih ada potensi cuaca buruk dari awan awan Cumulonimbus(Cb).

Untuk itu, warga Kota Kupang perlu waspada adanya kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang.

"Kami imbau agar warga tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat dan memangkas pohon pohon besar sehingga mengurangi potensi dan dampak dari cuaca ekstrim," jelasnya.

Ia menyebut, untuk pelayaran, hujan lebat disertai angin kencang yang berbahaya bagi kapal berukuran kecil. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved