Kampanye Hitam yang Diskreditkan Jokowi -Ma'ruf Dinilai Sudah Keterlaluan

Ace Hasan Syadzily, menyayangkan kampanye hitam berupa Kondom dengan bungkus foto Jokowi-Ma'ruf yang beredar di media sosial.

Kampanye Hitam yang Diskreditkan Jokowi -Ma'ruf Dinilai Sudah Keterlaluan
KOMPAS.com/ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Capres nomor urut 01 Joko Widodo bersama cawapresnya Maruf Amin menghadiri acara Konvensi Rakyat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional ( TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menyayangkan kampanye hitam berupa Kondom dengan bungkus foto Jokowi-Ma'ruf yang beredar di media sosial. Menurut dia, kampanye hitam terhadap Jokowi-Ma'ruf sudah keterlaluan.

"Sudah keterlaluan cara-cara kampanye hitam yang dilakukan untuk mendiskreditkan pasangan kami. Mereka sudah tidak memiliki cara untuk mengalahkan kami kecuali dengan cara-cara seperti itu," ujar Ace melalui keterangan tertulis, Minggu (10/3/2019).

Angin Kencang Rusak Rumah Warga di Sikka, Pohon Bertumbangan

Menurut dia, kampanye hitam ini masih ada hubungannya dengan fitnah bahwa Jokowi-Ma'ruf mendukung LGBT. Dia merujuk pada video viral kampanye hitam yang dilakukan ibu-ibu dengan menyebut bahwa pernikahan sejenis akan diperbolehkan jika Jokowi-Ma'ruf terpilih.

Ace memastikan TKN Jokowi-Ma'ruf tidak akan tinggal diam dengan adanya kampanye hitam ini. TKN akan mengambil langkah hukum untuk menelusuri pembuat hoaks itu.

Paulinus Salim, Korban Kelima Longsor di Manggarai Barat NTT yang Telah Ditemukan

"Kami akan menelusuri siapa pihak-pihak yang melakukan itu. Kami akan pastikan mengambil langkah hukum apabila pelakunya teridentifikasi. Kami minta kepolisian untuk mengusut siapa pelaku kampanye hitam tersebut," kata Ace.

Sebelumnya, sebuah video berisi kampanye hitam terhadap Jokowi juga beredar di daerah Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam video tersebut, terdapat ibu-ibu yang menyampaikan bahwa pelajaran agama akan dihapus jika Jokowi-Ma'ruf menang. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved