Polres Blitar Ungkap Prostitusi Online yang Libatkan Anak di Bawah Umur

Kepolisian Resor Blitar mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan anak-anak.

Polres Blitar Ungkap Prostitusi Online yang Libatkan Anak di Bawah Umur
Dok. KOMPAS.com/Polres Blitar
Kapolres Blitar, AKBP Anisullah M. Ridha ungkap kasus prostitusi online yang libatkan anak-anak di mapolres, Jumat (8/3/2019). 

POS-KUPANG.COM | SURABAYA - Kepolisian Resor Blitar mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan anak-anak. Dalam kasus tersebut, tersangka menggunakan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp untuk menawarkan pemandu lagu yang juga bisa diajak kencan.

Tersangka yang bertindak sebagai mucikari itu adalah Reza Satya Angga Pratama Putra (24), warga Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar.

Kasubag Humas Polres Blitar, Iptu Burhanuddin mengatakan, mereka yang tertarik untuk memesan PSK melalui tersangka Reza, akan mengirim pesan melalui kotak masuk Facebook.

Pria di Ngampel, Jawa Tengah Ini Diciduk Polisi Karena Mengaku Bisa Ubah Uang Palsu Jadi Asli

Kemudian, bertukar nomor telepon dan transaksi dilanjutkan melalui aplikasi pesan WhatsApp.

"Jadi, dia (tersangka) melalui akun Facebook-nya itu sering menawarkan wanita yang bisa diajak untuk kencan," ucap Burhan, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/3/2019).

Ingin Cari Calon Istri di Biro Jodoh, Pria China Malah Temukan Putrinya yang Terpisah 40 Tahun

Pengungkapan kasus tersebut, kata Burhan, diawali dari kegiatan patroli siber. Dari hasil patroli siber itu, polisi menemukan salah satu akun Facebook yang bertindak dan sering menawarkan wanita yang bisa diajak kencan.

Karena itu, saat melakukan penyelidikan, polisi akhirnya memancing tersangka dengan pura-pura menjadi pemesan PSK tersebut kepada mucikari yang menjadi target.

"Kami dapati ada chatting di grup Facebook. Akhirnya kami pancing dengan menghubungi tersangka lalu dilakukan penangkapan saat sedang transaksi di hotel," ujar dia.

Ia menambahkan, ada dua perempuan yang dibawa ke hotel di wilayah Blitar saat sedang melakukan transaksi. Polisi yang berhasil pura-pura menjadi pemesan, langsung menangkap tersangka dan barang bukti.

"Jadi, korbannya ada dua orang yang dijadikan PSK, usianya 13 dan 14 tahun. Mereka ditawarkan lewat akun Facebook," ungkap dia.

Penangkapan dilakukan pada Selasa (5/3/2019) sekitar pukul 01.00 dinihari WIB di sebuah hotel di Jalan Raya Bening, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Sementara, barang bukti yang diamankan yakni dua HP merek Oppo milik tersangka dan korban, uang tunai Rp 3.000.000 disita dari tersangka, uang tunai Rp 210.000 disita dari resepsionis hotel, dan kunci kamar hotel.

Tersangka dijerat Pasal 76 I jo Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 atau Pasal 45 Ayat (1) sub Pasal 27 Ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008. Tersangka Reza diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved