Kalahkan New York, London Tetap Jadi Pusat Kekayaan Dunia Tahun 2019

Setelah Berhasil Mengalahkan New York, London Tetap Jadi Pusat Kekayaan Dunia Tahun 2019

Kalahkan New York, London Tetap Jadi Pusat Kekayaan Dunia Tahun 2019
KOMPAS.com/British Embassy
Suasana magis Kota London di waktu senja. 

Setelah Berhasil Mengalahkan New York, London Tetap Jadi Pusat Kekayaan Dunia Tahun 2019

POS-KUPANG.COM | LONDON - Kota London tetap menempati peringkat teratas sebagai pusat kekayaan dunia pada tahun 2019. Berada di bawah London adalah pesaing terberatnya, yakni kota New York.

Dikutip dari Forbes, Sabtu (9/3/2019), ini berdasarkan laporan yang dirilis oleh Knight Frank bertajuk Knight Frank Wealth Report.

Ini Sosok Dia Puteri Indonesia 2019 Berusia 19 Tahun

London tetap berada di posisi pertama pusat kekayaan dunia meski ada risiko Brexit. "Hasil menunjukkan bahwa London kembali mengambil peringkat teratas dari New York meski ada kekhawatiran terkait Brexit," tulis Knight Frank dalam laporannya.

Dalam menyusun peringkat kota-kota pusat kekayaan global, Knight Frank mencermati beragam metrik, termasuk jumlah orang yang memiliki kekayaan di atas 30 juta dollar AS atau setara sekira Rp 422,3 miliar, volume investasi properti, dan gaya hidup.

Waspada, Potensi Bencana Hidrometeorologi Masih Berlanjut di Indonesia, Termasuk NTT

Knight Frank sendiri merupakan konsultan real estat global. London mengalahkan New York dalam semua metrik tersebut kecuali investasi properti.

Dalam metrik tersebut, London berada pada peringkat kedua. Terkait gaya hidup, London unggul dalam hal jumlah hotel bintang lima, universitas, dan restoran mewah.

Sekadar informasi, London memiliki 76 hotel berbintang lima.

London memegang peringkat pertama kota pusat kekayaan dunia dari Knight Frank selama lima tahun. Beberapa pesaingnya selain New York antara lain kota-kota besar Asia seperti Tokyo, Hong Kong, dan Singapura.

Risiko Brexit pun dipandang belum memudarkan kekayaan dari luar negeri masuk ke London.

Pekan lalu, data dari Kantor Statistik Nasional (ONS) menunjukkan Inggris Raya memiliki jumlah terbanyak aplikasi visa investor (Tier 1 Investor Visa) sejak batasannya dinaikkan menjadi 2 juta poundsterling atau 2,6 juta dollar AS pada 2014 silam.

Visa ini sangat menarik bagi orang-orang kaya di luar Inggris yang ingin tinggal di Inggris Raya. Menurut Knight Frank, pesona ini belum akan pudar.

"Data dari survei kami yang bertajuk Attitudes Survey mengindikasikan 36 persen orang superkaya telah memiliki paspor kedua, naik dari 34 persen tahun lalu, dengan 26 persen berencana emigrasi secara permanen, naik dari 21 persen," tulis Knight Frank.

Banyak di antara orang superkaya yang ingin beremigrasi tersebut memilih Inggris ketimbang negara-negara lainnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved