Sabtu, 25 April 2026

Renungan Harian Katolik Jumat 8 Maret 2019

"Mengapa kami dan orang-oran Farisi berpuasa tetapi murid-murid-MU tidak?"

Editor: Ferry Jahang
Dok Pribadi
Maxi u Bria 

Renungan Harian Katolik Jumat 8 Maret 2019
Mateus 9 :14-15
Oleh : RD.Florens Maxi Un Bria
Rohaniwan Keuskupan Agung Kupang -NTT

Puasa yang Bermakna

"Mengapa kami dan orang-oran Farisi berpuasa tetapi murid-murid-MU tidak?" (Mat 9:14).

Tentang puasa Yesus mengingatkan para murid agar melakukannya sebagai orang yang beriman dewasa dan jujur.

Jadi puasa tidak sekedar dilakukan sebagai kewajiban tanpa makna.

Puasa yang benar dan bernilai bukan dilakukan sebagai kewajiban belaka agar dilihat orang. Melainkan sebagai ungkapan iman dan kasih kepada Allah.

Puasa yang benar lebih dari pada sekedar melakukan kewajiban agama.

Bagi Yesus semua sikap iman orang yang berpuasa dilakukan dengan gembira dan pada tempat yang tersembunyi, "Agar Bapa-MU yang melihatnya membalasnya padamu".

Puasa yang berkualitas dan bermakna selain dilakukan di tempat yang tersembunyi juga diisi dengan doa dan amal bagi sesama.

Demikialah puasa, doa dan amal bermanfaat untuk membangun rekonsiliasi dengan Allah dan sesama yang rusak oleh karena dosa manusia.

Rekonsiliasi memberi rasa damai yang berdampak pada kesehatan jiwa dan raga.

Puasa berguna untuk meningkatkan iman kepada Allah dan kepekaan sosial terhadap sesama yang miskin dan berkekurangan.

Yesus merespon pertanyaan murid-murid Yohanes dengan mengatakan bahwa "Sahabat mempelai laki-laki tidak perlu berdukacita selama mempelai itu bersama-sama mereka".

Itu untuk menegaskan bahwa Para Murid-NYA akan berpuasa setelah Ia menjalani Jalan Salib, Wafat dan dibangkitkan.

Lebih jauh Yesus ingin mengedepankan bahwa puasa yang baik adalah puasa yang dilakukan dengan sadar.

Karena paham akan nilai dan manfaatnya bagi pertobatan diri dan rekonsiliasi dengan Allah dan sesama, bukan sekedar sebagai kewajiban agama agar dilihat khalayak.

Marilah berusaha menjadi pribadi yang jujur dan dewasa dalam berpuasa agar berguna bagi pembaharuan diri dan peningkatan kualitas hidup spiritual.

Doa :
Ya Bapa ajarilah kami bersikap jujur dan dewasa dalam berpuasa agar berguna bagi pembaharuan dan peningkatan kualitas hidup rohani, amin.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved