Peringatan Bawaslu TTS, ASN Boleh Hadiri Kampanye asalkan Tidak Berkampanye

Komisioner Bawaslu Kabupaten TTS, Desy Nomleni menyebut, aparatur sipil negara (ASN) boleh menghadiri kampanye.

Peringatan Bawaslu TTS, ASN Boleh Hadiri Kampanye asalkan Tidak Berkampanye
Pos Kupang.com, Dion Kota
Suasana sosialisasi peraturan Bawaslu terkait pengawasan tahapan Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di aula hotel Timor Megah 

Laporan Reporter pos Kupang.com, Dion Kota

POS KUPANG.COM, SOE- Komisioner Bawaslu Kabupaten TTS, Desy Nomleni menyebut, aparatur sipil negara (ASN) boleh menghadiri kampanye.

Tetapi, kehadiran ASN hanya untuk duduk dan dengarkan, tidak untuk melakukan kampanye aktif (membagikan APK Caleg atau mengajak masyarakat untuk memilih caleg atau parpol tertentu).

Selain itu, kehadiran ASN dalam suatu kampanye tidak boleh menggunakan atribut negara seperti pakaian dinas dan mobil dinas serta dilakukan di luar jam kerja.

" ASN boleh hadir mendengarkan kampanye Caleg atau Parpol tertentu, tetapi yang harus diingat tidak boleh melakukan kampanye untuk Caleg atau Parpol tertentu. Kalau hanya untuk duduk dan dengar visi misi itu diperbolehkan," ungkap Desy dalam kegiatan sosialisasi peraturan Bawaslu terkait pengawasan tahapan Pileg dan Pilpres Tahun 2019, Jumat (8/3/2019) di aula hotel Timor Megah.

Desy juga menegaskan kehadiran pengawasan pemilu di lapangan bukan untuk menakut-nakuti peserta pemilu. Kehadiran pengawas di lapangan untuk memastikan proses kampanye berjalan sesuai dengan aturan.

Jika ditemukan adanya pelanggaran, pengawas bisa mengingatkan peserta pemilu untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Namun jika sudah dilaporkan masyarakat maka Bawaslu akan melakukan penindakan.

Siap Menghadapi El Tari Cup, Persemal Malaka Mulai Latihan Tiap Hari

" Fungsi kita tidak hanya untuk menindak saja, tetapi juga untuk melakukan pencegahan. Oleh sebab itu kehadiran kami di lapangan tidak perlu ditakuti oleh peserta pemilu," tegasnya.

Ditambahkan Ketua Bawaslu Kabupaten TTS, Melky Fay, dirinya sempat mendengar adanya informasi bayar membayar suara. Oleh sebab itu, dirinya telah meminta pengawas tingkat bawah menelusuri informasi tersebut.

Melky meminta seluruh peserta pemilu untuk menghargai demokrasi. Dirinya dengan tegas menyatakan akan menindak peserta yang melakukan bayar membayar suara.

" Sudah tidak jamannya lagi bayar membayar suara. Hal itu hanya mencoreng demokrasi. Saya tegaskan dalam kesempatan ini, saya akan kejar peserta yang bayar membayar suara," tegas Melky.

Pantauan pos Kupang, Kegiatan sosialisasi peraturan Bawaslu terkait pengawasa tahapan Pileg dan Pilpres Tahun 2018 dibuka secara langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten TTS, Melky Fay. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Partai politik, Kesbangpol Kabupaten TTS, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh perempuan dan relawan. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved