Tiga Pemain Lolos Berlatih ke Belanda

Indra Sjafri Beri Apresiasi Kepada Akademi Bintang Timur Atambua

"Kita bersykur apa yang dirancang Pak Fary dengan mengumpulkan para pemain di NTT ternyata sangat bermanfaat."

Indra Sjafri Beri Apresiasi Kepada Akademi Bintang Timur Atambua
Istimewa
Fary Francis dan Indra Sjafri saat berada di Italia beberapa waktu lalu. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pelatihan Sepakbola Pemuda Zeeland (Jeugd Voetbal Opleiding Zeeland/JVOZ) Belanda, merekrut tiga pemain U-16 dari Akademi Sepakbola Bintang Timur Atambua, Kabupaten Belu, untuk berlatih di negara itu. Mereka dijadwalkan bertolak ke Belanda pada akhir Maret 2019.

Pelatih Timnas U-22 yang baru saja menjuarai Piala AFF U-22, Indra Sjafri memberi apresiasi kepada manajemen Akademi Bintang Timur Atambua atas capaian ini. Lolosnya tiga pemain ini ke Belanda menjadi bukti bahwa apa yang selama ini dirancang sudah berjalan dengan benar.

"Kita bersykur apa yang dirancang Pak Fary dengan mengumpulkan para pemain di NTT ternyata sangat bermanfaat. Lolos dan akan berlatih di Belanda merupakan sesuatu hal yang luar biasa. Di sana, mereka akan belajar banyak hal," kata Coach Indra Sjafri yang dihubungi, Jumat (8/3/2019) malam.

Pelatih nasional rela secara gratis langsung turun menyeleksi para pemain yang masuk dalam Akademi Bintang Timur Atambua ini mengatakan, di Belanda, tiga pemain ini akan belajar sepakbola dengan gaya yang berbeda. Mereka juga akan belajar gaya hidup profesional.

"Harapan saya, mereka jangan lambat beradaptasi, terutama cuaca. Dari sisi teknis, harus cepat menyerap semua materi yang akan diberitakan di sana. Karena di Eropa, termasuk Belanda, harus cepat beradaptasi, kalau tidak akan ketinggalan," katanya.

"Dia harus beribadah dan juga harus melihat dan membandingkan anak-anak di sana. Melihat perilaku pemain senior di sana. Gaya hidup sepakbola di Eropa juga harus dia lihat untuk kemudian dia implementasikan saat pulang ke Indonesia. Jadi di sana, anak-anak kita tidak boleh minder, tapi harus tunjukkan bahwa dirinya sudah siap bersaing di sepakbola profesional," kata Indra Sjafri.

Kepada manajemen Bintang Timur Atambua, Indra Sjafri mengatakan, pengiriman tiga pemain ini berarti latihan selama ini sudah ada hasil. "Saya minta agar kurikulum latihan terus diperbaiki. Pemain baru yang direkrut harus sesuai standar kurikulum yang ada. Jangan asal- asalan rekrut pemain. Hindari titipan karena nanti akan ada persaingan yang tidak sehat di dalam lapangan," tegasnya.

Indra Sjafri yakin, potensi anak-anak NTT masih sangat banyak yang tidak tersentuh. Untuk itu, dia berharap, model seperti yang dilakukan Akademi Bintang Timur Atambua ini terus dikembangkan di NTT.

Secara terpisah, Pendiri Akademi dan SSB Bintang Timur Atambua, Fary Francis yang dihubungi mengatakan, tiga anak yang dikirim ini berasal dari Alor, TTS dan Belu. Tanpa menyebut namanya, Fary mengaku, ketiganya adalah pemain yang langsung diseleksi Coach Indra Sjafri.

Untuk tahun ini, lanjut Fary, ada lima anak Akademi Bintang Timur Atambua U-16 yang direkomendasikan ke JVOZ untuk diseleksi. Namun, hanya tiga tiga anak yang dinyatakan lolos dalam seleksi tersebut.

Fary menyebut, pelatihan ini akan dimonitor langsung oleh coach Simon Melkianus Tahamata yang merupakan mantan pemain sepak bola Belanda keturunan Maluku. Simon Melkianus Tahamata pernah bermain untuk klub Belanda dan Belgia di era 80-an. **

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved