Begini Penjelasan Kasat Reskrim Polres TTS Terkait Penemuan Mayat Di Bena

Menurut keluarga korban, selama ini diketahui korban memang menderita penyakit epilepsi.

Begini Penjelasan Kasat Reskrim Polres TTS Terkait Penemuan Mayat Di Bena
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Jenazah Oni Ton tergeletak di kubangan air yang terdapat di kebun milik Lamek Taopan,warga Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Rabu (6/3/2019). 

Begini Penjelasan Kasat Reskrim Polres TTS Terkait Penemuan Mayat Di Bena

POS-KUPANG.COM| SOE-- Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari SH, MH menjelaskan dari hasil indentifikasi dan pemeriksa terhadap para saksi yang merupakan keluarga korban, diduga kuat korban, Oni Ton (33) meninggal akibat serangan penyakit epilepsi yang dideritanya.

Menurut keluarga korban, selama ini diketahui korban memang menderita penyakit epilepsi.

"Dari keterangan keluarga korban, diketahui kalau korban mengidap penyakit epilepsi. Dari hasil visum luar juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik yang dialami korban. Keluarga korban menerima kematian korban akibat serangan penyakit epilepsi dan menolak untuk dilakukan otopsi," jelas Jamari kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (7/3/2019).

Martinus Sikki Kunjungi Dua Pasar Rakyat di Kota Kefamenanu. Ini Tujuannya

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 7 Maret 2019, Taurus Frustasi, Libra Bahagia

Pemilik Tambak Garam di Weseben Malaka Mengaku Tidak Dirugikan dari Investasi Garam

Terkait kronologi kejadian yang menyebabkan korban meninggal diceritakan Jamari, pada Rabu(6/3/2019) pagi sekitar pukul 07.00 WITA, korban bersama saksi Timotius Sole berangkat dari desa pollo menuju desa kele, Kecamatan Amanuban Selatan dengan menggunakan sepeda motor sambil menjual ikan.

Saat tiba di depan rumah saksi Afret Taopan, saksi Afret menahan kendaraan korban dengan maksud hendak membeli ikan.

Saat saksi Timotius sedang melayani saksi Afret membeli ikan, korban turun dari motor dan berlari menuju kebun milik Lamek Taopan. Belum jauh berlari, korban jatuh ke dalam sebuah kubangan air.

"Saksi Timotius ini sempat melihat korban berlari menuju TKP, tetapi saksi takut karena saksi tahu kalau penyakit epilepsi korban kambuh. Saksi memilih untuk memutar balik arah motornya kembali ke desa pollo guna menginformasikan kejadian tersebut kepada keluarga korban yang lain," tutur Jamari.

Keterangan saksi Timotius lanjut Jamari, dikuatkan dengan keterangan saksi Afret. Afret mengaku, saat dirinya keluar dari dalam rumah usai mengambil uang untuk membayar ikan, dirinya tidak melihat lagi saksi Timotius.

Dirinya kaget bukan main saat melihat korban sudah dalam posisi terkelungkup dengan wajah menghadap ke tanah. Sontak dirinya langsung memanggil para tetangga untuk membantu korban.

Walikota Kupang Sebut Pawai Ogoh-ogoh Tunjukkan Kebersamaan di Kota Kupang

Pemilik Tambak Garam di Weseben Malaka Mengaku Tidak Dirugikan dari Investasi Garam

"Menurut keterangan saksi Afret saat didekati korban sudah tidak bergerak lagi. Warga pun informaskan hal tersebut kepada camat yang selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian," pungkasnya.

Diberitakan POS-KUPANG.COM, Oni Ton, warga Desa Kele , Kecamatan Amanuban Selatan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam kubangan air yang terdapat di kebun milik Lamek Taopan, warga desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Rabu (6/3/2019) pagi.

Saat ditemukan korban yang menggunakan baju kaos berwarna hitam dan celana kain berwarna hitam dalam posisi terkelungkup dengan posisi muka menghadap ke tanah.

Tak jauh dari lokasi penemuan mayat korban, ditemukan sebilah parang dan tas yang diduga milik korban. (din)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved