Ulama-ulama Aceh akan Bantu Klarifikasi, Ini Beberapa Isu Miring yang Menerpa Jokowi

Ulama-ulama Aceh akan Bantu Klarifikasi, Ini Beberapa Isu Miring yang Menerpa Jokowi

Ulama-ulama Aceh akan Bantu Klarifikasi, Ini Beberapa Isu Miring yang Menerpa Jokowi
KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado
Presiden Joko Widodo saat bersilaturahim dengan ulama se-Aceh di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/3/2019). 

Ulama-ulama Aceh akan Bantu Klarifikasi, Ini Beberapa Isu Miring yang Menerpa Jokowi

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Presiden Joko Widodo, Selasa (5/3/2019), bersilaturahim dengan ulama-ulama se-Provinsi Aceh di Istana Negara  Jakarta. Silaturahim berlangsung tertutup dari media massa.

Perwakilan ulama, Teungku H. Nuruzzahri Yahya, usai silaturahim mengatakan, Presiden beserta rekan-rekannya membahas banyak hal dalam pertemuan yang diawali dengan salat berjamaah tersebut.

Wayan Darmawa, Indahnya Merayakan Nyepi di Tengah Kemajemukan

Salah satunya soal kabar bohong alias hoaks, fitnah, serta ujaran kebencian yang menerpa dirinya.

"Pak Jokowi sedang banyak musibah di hoaks sana sini. Ini bisa memecah belah umat," ujar Yahya.

Beberapa isu miring yang menerpa Jokowi yakni, Jokowi anti-Islam, Jokowi mengkriminalisasi ulama, Jokowi adalah antek asing dan aseng, serta Jokowi adalah bagian Partai Komunis Indonesia (PKI).

Renungan Harian Katolik, Rabu 6 Maret 2019: Puasa, Tobat dan Kebajikan (Mateus 6: 1-6, 16-18)

Yahya beserta para ulama se-Aceh pun berkomitmen meneruskan klarifikasi itu ke masyarakat.

"Benar, kan memang kita mesti benarkan yang benar dan tidak benarkan yang salah," lanjut Yahya.

Meski demikian, ia membantah upaya meneruskan klarifikasi Jokowi ke masyarakat itu disebut sebagai salah satu bentuk kampanye demi meningkatkan elektabilitas Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

"Kami bukan timses. Kami hanya akan menyampaikan, bagaimana kalau yang tidak benar itu nanti dibenarkan umat, apa jadinya?" ujar Yahya.

Selain soal klarifikasi sejumlah isu miring, Presiden Jokowi juga menyampaikan apa saja yang telah dikerjakan pemerintahannya selama 4,5 tahun terakhir.

Presiden juga menyampaikan apa yang akan dikerjakan pemerintahannya ke depan. Pertemuan itu diikuti oleh 83 ulama. Mereka berasal dari 23 kota/ kabupaten yang berada di Aceh.

Calon wakil presiden 01, Ma'ruf Amin, mengajak masyarakat untuk tetap santai dalam menghadapi pilpres.

Menurut Ma'ruf, kesatuan NKRI-lah yang perlu dijaga menjelang pemilihan umum. Kepada peserta silaturahim akbar alim ulama dan santri di alun-alun Kota Serang, Banten, Ma'ruf mengatakan, pemilu merupakan momen memilih pemimpin, bukan persiapan perang sehingga tidak perlu ada permusuhan. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved