Tiga Bintara Polri Perbatasan Ini Dapat Penghargaan Kapolda NTT, Siapa Saja Mereka?

Sebanyak tiga orang Bintara Polri Perbatasan Tahun Anggaran 2018/2019 mendapatkan Penghargaan, Senin (4/4/2019). Siapa saja mereka?

Tiga Bintara Polri Perbatasan Ini Dapat Penghargaan Kapolda NTT, Siapa Saja Mereka?
ISTIMEWA
Suasana pemberian penghargaan bagi tiga orang Bintara Polri Perbatasan Tahun Anggaran 2018/2019 mendapatkan penghargaan, Senin (4/4/2019) 

Upacara pemberhentian dilakukan pada Minggu (3/3) sekira pukul 13.00, bertempat di Aula SPN Polda NTT dipimpin oleh Ka SPN Polda NTT Kombes Pol. Nanang Putu Wardianto, S.st, M.K., sebagai inspektur upacara.

Adapun pelanggaran yang dilakukan adalah mencuri dan menggunakan telepon genggam di dalam kesatrian, keluar kesatrian tanpa izin, berkelahi dengan sesama siswa dan meninggalkan kegiatan agama di kapel mendahului dari teman-temannya.

Menanggapi ha tersebut, Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman kepada awak media seusai kegiatan mengatakan, dengan pelanggaran yang dibuat, maka pihaknya menilai secara mental Marianus Lek dinilai secara mental tidak layak menjadi anggota Polri.

"Marianus Leo setelah kami nilai secara mental tidak layak menjadi anggota polri. Jadi kami sudah rapatkan dan putuskan lalu adakan sidang terakhir hari Sabtu lalu dengan berbagai pertimbangan memang tidak layak jadi anggota Polri," katanya.

Jenderal Bintang Dua tersebut menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk menjaga nama baik Polri.

"Daripada nanti setelah jadi anggota polri berbuat tidak baik atau pidana malah menjatuhkan institusi Polri kita lebih baik buang satu daripada rusak seribu," ujarnya.

Irjen Pol Raja Erizman juga menambahkan, keputusan tersebut diambil secara tegas dan terbuka.

"Jadi prinsip kami seperti itu, kami tidak akan menutup-nutupi dan melindungi, apalagi ini masih siswa sudah menunjukkan bibit yang tidak baik. Sebelum jadi anggota Polri kita lepas saja lebih baik," katanya.

Walaupun siswa Diktukba Polri Perbatasan Tahun Anggaran 2018/2019 yang telah diberhentikan tersebut merupakan anak dari seorang anggota Polri, lanjut Kapolda NTT, pihaknya tidak pandang bulu dalam mengambil keputusan.

"Anak anggota kita, dan kami tidak pilih kasih anak siapapun tidak memenuhi syarat kami berhentikan," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved