Polisi Menangkap Dua Pengamen yang Sering Lakukan Begal, Seorang Berperan Sebagai Penadah

Polisi menangkap dua pengamen yang sering lakukan begal, seorang berperan sebagai Penadah

Polisi Menangkap Dua Pengamen yang Sering Lakukan Begal, Seorang Berperan Sebagai Penadah
KOMPAS.com
Ilustrasi begal 

Polisi menangkap dua pengamen yang sering lakukan begal, seorang berperan sebagai Penadah

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Satuan Polsek Tambun menangkap dua pengamen berinisial DN (15) dan YR (14) yang kerap melakukan aksi begal di daerah Tambun hingga Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Seorang pelaku lainnya berinisi YM (39) juga ditangkap polisi lantaran berperan sebagai penadah hasil curian para pelaku.

Kepala Desa di TTU Enggan Bertanggung Jawab Setelah Hamili Kekasih, Begini Akibatnya

Kapolsek Tambun Kompol Rahmat Sujatmiko mengatakan, para pelaku biasa beraksi bertiga dengan seorang rekan lainnya, FR, yang masih diburu polisi.

Para pelaku terakhir kali beraksi pada Sabtu (16/2/2019) dini hari dengan korban bernama Ricky (18).

Saat itu, Ricky sedang berteduh dari hujan di pinggir Jalan Kali Baru, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Sandiaga Sebut Rudi Uno yang Mendukung Jokowi dari Gorontalo Utara dan Caleg dari Partai Hanura

"Tak lama datang ketiga pelaku mengancam korban minta handphone korban. Sudah dikasih handphone-nya, tetapi pelaku enggak puas dan minta kunci motor korban," kata Rahmat saat dikonfirmasi, Minggu (3/3/2019).

Korban yang sempat melawan terkena sabetan senjata tajam pelaku di bagian perut. Setelah itu, ketiga pelaku yang masih di bawah umur tersebut kabur meninggalkan korban.

"Mereka baru pertama kali bacok korban, biasanya cuma buat ancam korbannya doang," ujarnya.

Usai kejadian, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tambun. Kemudian, DN dan YR ditangkap polisi di rumah kontrakan, di kawasan Tambun Selatan, Jumat (1/3/2019).
Sementara itu, YM yang berperan sebagai penadah juga ditangkap di kediamannya di daerah Tambun Selatan.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan dua unit ponsel dan dua dus ponsel. Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Para pelaku terancam hukuman penjara paling lama 12 tahun. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved