Andi Arief Ditangkap

Polisi Benarkan Politisi Demokrat Andi Arief Ditangkap Polisi di Hotel, Diduga Konsumsi Narkoba

Beredar informasi Politisi Demokrat, Andi Arief, ditangkap karena diduga mengkonsumsi narkoba.

Polisi Benarkan Politisi Demokrat Andi Arief Ditangkap Polisi di Hotel, Diduga Konsumsi Narkoba
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Polisi Benarkan Politisi Demokrat Andi Arief Ditangkap Polisi di Hotel, Diduga Konsumsi Narkoba 

Akibat kegiatan aktivismenya yang dianggap mengancam Orde Baru, ia menjadi salah satu korban penculikan aktivis pada tahun 1998.

Sebelum diduga ditangkap karena narkoba, Andi Arief buka suara terkait pidato politik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Jumat (1/3/2019) malam.

Hal itu seperti dikutif dari Tribunkaltim.com.

Dalam pidato politiknya, AHY yang menjabat sebagai Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat banyak membahas rekomendasi partainya di Pilpres 2019.

Namun, AHY tak sekalipun menyebut nama Prabowo Subianto dalam pidato politik tersebut.

Padahal Partai Demokrat merupakan partai pengusung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Pemilu 2019 - John Tuba Helan : Sebaiknya Peserta Pemilu Urus Sendiri APK

Misbakhun Nilai Lebih Elok jika AHY Sampaikan Rekomendasi Politik kepada Prabowo-Sandiaga Uno

Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyampaikan pidato politiknya di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Pidato politik AHY itu rupanya memunculkan berbagai spekulasi.

Sampai-sampai ada yang menganggap Partai Demokrat memilih bermain netral atau main dua kaki.

Terkait hal itu, Andi Arief langsung membantahnya.

Andi Arief menyebut terlalu banyak pihak yang berspekulasi atas pidato AHY.

Padahal sikap Partai Demokrat sudah sangat jelas, tak perlu dipertanyakan lagi.

"Terlalu banyak yang berspekulasi soal pidato AHY semalam. Padahal AHY mewakili Partai Demokrat dan rakyat jelas menginginkan Presiden yang bisa membuat rakyat lebih baik dengan demokrasi dan pertumbuhan ekonomi 6 persen. AHY dan Demokrat menjadi juru bicara rakyat," tulis Andi Arief melalui akun Twitternya.

Sandiaga Sebut Rudi Uno yang Mendukung Jokowi dari Gorontalo Utara dan Caleg dari Partai Hanura

TXT Hadir, Jadi Ancaman Bagi BTS? Benarkah? Inilah 5 Fakta Boyband KPop Besutan Terbaru BigHit Ini

"Semua mimpi tentang Indonesia dari mulai sok revolusi 4.0 sampai imajinasi kelas gatot kaca membangun jembatan langit mana mungkin bisa diraih dengan pertumbuhan ekonomi lima koma," lanjut Andi Arief.

Andi Arief juga menegaskan bahwa partainya paling serius dan setia dalam koalisi.

"Soal efek ekor jas yang tidak didapat oleh partai Demokrat, itu sudah konsekuensi. Tidak berarti Partai Demokrat kehilangan cara dalam situasi yang sengit ini. Partai kami serius dalam koalisi. Terhadap rakyat dan sekutu politik kamilah yang paling setia selama ini," tulisnya.
Tidak hanya itu. Andi Arief bahkan mengungkap jika Partai Demokrat sudah mendeteksi siapa pemenang Pilpres 2019.

Menurut Andi Arief, bagi Partai Demokrat perjuangan nomor satu bagaimana meraih target 15 persen suara dalam pemilihan legislatif (Pileg 2019).

"Partai Demokrat sudah mendeteksi siapa yang akan menang Pilpres yang merupakan nomor dua dalam perjuangan kami. Perjuangan nomor satu adalah mencapai target 15 persen suara pileg. Demokrat first. Dan, kami memasuki fase itu," tulis @AndiArief__. (*)

Editor: Hasyim Ashari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved