Kepala Desa di TTU Enggan Bertanggung Jawab Setelah Hamili Kekasih, Begini Akibatnya

Kepala desa di TTU enggan bertanggung jawab setelah hamili kekasih, begini akibatnya

Kepala Desa di TTU Enggan Bertanggung Jawab Setelah Hamili Kekasih, Begini Akibatnya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi korban perkosaan. 

Kepala desa di TTU enggan bertanggung jawab setelah hamili kekasih, begini akibatnya

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Seorang kepala desa di Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU ), NTT, berinisial SP dilaporkan ke kepolisian setempat.

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan, SP dilaporkan ke polisi karena menghamili kekasihnya berinisial YN.

Ciptakan Hutan Kota Yang Asri, Warga Oebufu Bersihkan Sampah di Hutan Thom Touselak

Menurut Rishian, SP dan YN diketahui telah menjalin hubungan asmara sejak tahun 2016 lalu. "Selama menjalin asmara, keduanya telah tiga kali berhubungan badan layaknya suami istri, hingga YN hamil," ungkap Rishian melalui telepon selulernya, Sabtu (2/3/2019).

Rishian menyebut, keduanya berhubungan badan di rumah dinas kepala desa yang ditempati SP.

Begini Persiapan Umat Hindu Kota Kupang Menyambut Hari Raya Nyepi

Saat YN hamil, lanjut Rishian, SP pun enggan untuk bertanggung jawab. Bahkan, SP menyuruh YN untuk menggugurkan kandungannya yang saat itu berusia tujuh bulan.

"YN tak menggubris permintaan itu dan akhirnya melahirkan anak hasil hubungannya dengan SP," kata Rishian. Karena enggan untuk bertanggung jawab, YN kemudian melaporkan SP ke Polres TTU, Rabu (27/2/2019).

"Saat ini kasusnya masih kami dalami dan kembangkan," ujarnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved