Kabupaten Sikka  Kehilangan Rp 100  Miliar, Bupati Robi Idong Protes, Ini Pemicunya  

Hanya mau dapat penghargaan, kita kehilangan pendapatan Rp 100 Miliar dari dana afirmasi. Saya protes. Masih banyak wilayah kepulauan dan

Kabupaten Sikka  Kehilangan Rp 100  Miliar, Bupati Robi Idong Protes, Ini Pemicunya  
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Bupati Sikka, Fransiskus  Roberto  Diogo  menyematkan  tanda pangkat kepada  camat   yang baru dilantikanya di Gedung  SCC, Kota Maumere, Pulau  Flores,  Propinsi NTT, Senin   (4/3/2019). 

Laporan   Wartawan  Pos-kupang.com, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM,MAUMERE--- Dikeluarkannya  Kabupaten  Sikka di Pulau  Flores,  Propinsi NTT dari predikat kabupaten tertinggal pada dua tahun yang lalu diprotes Bupati  Sikka, Fransiskus  Roberto  Diogo.

“Hanya mau  dapat penghargaan,  kita  kehilangan pendapatan   Rp 100 Miliar dari  dana  afirmasi. Saya  protes.  Masih  banyak wilayah  kepulauan dan  pedalaman  yang butuh banyak dana,” tegas  Robi, sapaan Fransiskus  Roberto  Diogo, melantik  74 pejabat  eselon III A dan B di Aula Sikka  Concention Center  (SCC), Senin  (4/3/2019).

Robi mengakui  telah bertemu langsung  Sekjen Pemerintahan Desa (Kementrian  Desa RI). Mereka menjanjikan mengembalikannya, mudah-mudahan   terealisasi  pada 2020.

“Tidak  masalah   kita kembali  ke  kabupaten  tertinggal,”  tandas  Robi.

Ia  mencontohkan kondisi Kabupaten   Ende  dengan jumlah penduduk 280  jiwa lebih  kecil  dari Sikka.   Ekonominya    Rp 5  triliun, sehingga pendapatan perkapita  Rp 17  juta/tahun.  Sedangkan Sikka  pendapatan perkapita  Rp 13  juta/tahun dikeluarkan dari  kabupaten tertinggal, konsekwensinya semua  dana  afirmasi  hilang

Dikatakannya, Kementerian  Desa   memberikan dua  opsi, pertama kembali ke kabupaten  tertinggal dan  kedua melalui  program khusus. Karena  masih  ada  62   desa  tertinggal.

“Tidak tahu  siapa yang memberikan persetujuan, sehingga  kita  keluar  dari  kabupaten tertinggal. Kita   gila hormat mau  keluar dari   kabupaten tertinggal,  tapi  faktanya wilayah kepulauan dan  daerah pedalaman masih kekurangan infrastruktur,” tegas  Robi.

Robi mengajak semua (ASN)  jujur bekerja. Ia  menyarankan para   camat jujur  melakukan pendataan dan   kenal  benar  rakyatnya   dari  rumah ke rumah.

“Dibawah  camat ada kepala desa dan  dusun. Kita  akan  perkuat dengan pendampingan satu ASN  satu  dusun.  Ada kondisi yang mencemaskan di masyarakat  bawah. Ada masyarakat status ekonominya sama,  terlibat dalam  PKH, tetapi  ada  yang  tidak.Ini mencipakan kecemburuan,” tandas  Robi.*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved