Proyek Rehabilitasi Stadion Oepoi, Mangkrak, DPRD NTT Rekomendasi Proses Hukum 

Anggota Komisi V DPRD NTT, Yohanes Rumat, S.E mengatakan, mangkraknya pengerjaan Stadion Oepoi itu sudah berulangkali diangkat dalam rapat di DPRD NT

Proyek Rehabilitasi Stadion Oepoi, Mangkrak, DPRD NTT Rekomendasi Proses Hukum 
POS KUPANG/FERRY NDOEN
Para tukang sedang mengerjakan proyek rehabilitasi Stadion Oepoi Kupang, Rabu (7/2/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG -

Yohanes Rumat,S.E
Yohanes Rumat,S.E (POS KUPANG/OBY LEWANMERU)

misi V pun selalu menjadi sorotan.
Yohanes menyampaikan hal ini ketika dikonfirmasi, Minggu (3/3/2019).

Yohanes dimintai tanggapannya mengenai mangkraknya rehabilitasi Stadion Oepoi.
"Setelah dikontrol oleh Komisi V setiap waktu dan rapat dengar pendapat dari waktu ke waktu, ternyata tetap bermasalah maka saya secara pribadi sebagai anggota DPRD Provinsi NTT Komisi 5 merekomendasikan proyek ini untuk di periksa oleh kepolisian , jaksa dan KPK , " kata Yohanes.

Dikatakan, menempuh jalur hukum itu jauh lebih bertanggung jawab atas hasil pekerjaan dan dokumen yang ada secara administratif dan fisik.

Anggota Komisi V DPRD NTT lainnya, Winston Neil Rondo ,S. Pt mengatakan, saat rapat dengar pendapat dengan Dispora NTT beberapa waktu lalu, pihaknya sudah meminta agar Dispora segera menuntaskan proyek rehabilitasi stadion itu.

"Kita harapkan pemerintah bisa tuntaskan proyek ini, karena dengan mangkraknya pekerjaan stadion, maka banyak even yang harus digelar di stadion ini tidak bisa dilakukan bahkan ada yang ditunda," kata Winston.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi WB. Sianto,S.E,M.M mengatakan, proyek Stadion Oepoi akan didesain ulang atau redisain oleh pemerintah.

"Proyek itu tidak dilanjutkan, tapi pemerintah akan meredisain. Saat ini pemerintah lagi desain ulang," kata Jimmi.

Sebelumnya, Charles Paulus Bakker,salah satu rekanan yang turut mensuplai bahan untuk proyek rehabilitasi Stadion Oepoi Kupang diduga menjadi korban penipuan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, dalam hal ini Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) NTT. Padahal, Charles sudah mengeluarkan dana sekitar Rp 1,6 Miliar.

Dia berharap pemerintah bisa mengembalikan dananya itu.
"Saya seolah olah ditipu oleh pihak Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT, karena untuk menyelamatkan mereka semua termasuk PPK, uang saya yang sudah saya katrol secara keseluruhan sekitar Rp 1,6 miliar. Mereka sudah bebas, tapi saya malah jadi korban," kata Charles.

Terhadap kejadian itu, Charles berencana akan menempuh jalur hukum, untuk menyelesaikan masalahnya itu.

"Saya ingin PPK dan Dispora NTT mengembalikan dana saya. Oke-lah memang waktunya habis, tapi kan kita hitung progres lapangannya. Uang 30 persen mereka sudah ambil. Saya ingin 20 persen lebih ini dikembalikan ke saya dong. Saya sudah menyelamatkan kalian, ternyata saya ditipu lagi," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved