Siswa SMKN 1 Berharap Festival Sarung dan Musik Jadi Agenda Rutin

Ini bukan hanya senang-senang ,tapi sebagai bentuk kegiatan untuk memperkenalkan budaya NTT

Siswa SMKN 1 Berharap Festival Sarung dan Musik Jadi Agenda Rutin
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Kepala SMKN 1 Kupang, Math Beeh,S.St.Par, M.M pose dengan guru dan beberapa siswa pada acara Festival Sarung dan Musik NTT di arena Car Free Day, Jalan El Tari Kupang, Sabtu (2/3/2019).

Siswa SMKN 1 Berharap Festival Sarung dan Musik Jadi Agenda Rutin

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Sejumlah siswa asal SMKN 1 Kupang berharap Festival Sarung dan Musik NTT bisa dilanjutkan secara rutin. Tujuannya agar masyarakat NTT umumnya dan Kota Kupang bisa mengenal budaya NTT melalui sarung dan musik.

Beberapa siswa SMKN 1 yang ditemui di arena Festival Sarung dan Musik NTT , Sabtu (2/3/2019) mengatakan, acara festival itu harus menjadi agenda rutin pemerintah.

Gratia Zacharias, Julianet Nope, Inel Adu, Mardiana Penu, Anggi Sinlaeloe dan Aderoy Sahertian yang diwawancarai bersamaan mengatakan senang dengan acara festival sarung dan musik.

Menurut Gratia Zacharias, sebagai siswa, mereka sangat senang dengan suasana festival sarung dan musik .

"Ini bukan hanya senang-senang ,tapi sebagai bentuk kegiatan untuk memperkenalkan budaya NTT," kata Gratia.

Gubernur Akan Terbitkan Perda Perempuan NTT Menenun

Ikut Festival Sarung, Yanuarius Ola Ingin Ada sertifikat Indikasi Geografis di Tiap Kabupaten

Kodim 1618/TTU Beri Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Warga di Perbatasan

Prodi Kimia FST Undana Gelar Seminar Sehari, Ini Temanya

Live Streaming SCTV Real Madrid vs Barcelona Liga Spanyol, Minggu Jam 02.45 Dini Hari WIB

Julianet Nope dan Inel Adu mengatakan, jika acara itu selalu dilakukan secara rutin, maka akan tumbuh rasa memiliki budaya NTT baik sarung maupun musik khas NTT.

"Kita harapkan festival ini bisa dilakukan bukan saja di car free day tapi di momen-momen lainnya," kata Julianet dan Inel.

Sedangkan Mardiana Penu, Anggi Sinlaeloe dan Aderoy Sahertian mengakui, kegiatan itu baru pertama kali dilakukan pemerintah NTT.

"Kami harapkan ini bisa jadi agenda rutin. Jadi bukan saja di arena car free day saja tapi bisa di momen seperti peringatan Kemerdekaan RI dan juga momentum lainnya," kata Mardiana dan diamini Anggi dan Aderoy Sahertian.

Ramalan Zodiak Hari ini, Sabtu 2 Maret 2019, Gemini Agresif, Libra Dapat Kabar Baik, Zodiak Lain?

Bupati Malaka Robohkan Bangunan di Besikama Pakai Eksavator

VIDEO: Lagu Kupu-Kupu dari Murid TK Darul Hijrah Kulhua Kupang Bergema di Harian Pagi Pos Kupang

Sedangkan dua mahasiswa Politeknik Negeri Kupang (PNK) , Nita dan, Angel dan Yanti mengatakan, acara itu akan menjadi berharga, apabila masyarakat diikutsertakan sehingga ada rasa memiliki budaya NTT.

"Bagi kami acara ini baik, karena bisa saling mengetahui budaya dan musik, seperti sarung tenun ikat dan musik khas NTT," ujar mereka.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved