Pemerintah Gandeng Gereja Buat Percontohan Budidaya Bawang Merah

Pemerintah Kabupaten Malaka menggandeng pihak gereja di Besikama untuk membuat percontohan budidaya bawang merah untuk masyarakat.

Pemerintah Gandeng Gereja Buat Percontohan Budidaya Bawang Merah
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran pimpin langsung kegiatan pembersihan lahan paroki untuk digarap menjadi kebun percontohan usaha bawang merah bagi masyarakat, Jumat (1/3/2019). 

Pemerintah Gandeng Gereja Buat Percontohan Budidaya Bawang Merah

POS-KUPANG.COM| BETUN--Pemerintah Kabupaten Malaka menggandeng pihak gereja di Besikama untuk membuat percontohan budidaya bawang merah untuk masyarakat.

Pemerintah memanfaatkan lahan tidur milik gereja untuk membudidaya bawang merah. Pemerintah melalui dinas pertanian akan mengerjakan semuanya mulai dari pembersihan lahan hingga persedian benih, pupuk dan obat-obatan. Hasilnya nanti diserahkan ke pihak gereja.

Hal itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawan di sela kegiatan pembersihan lingkungan di areal Pastoran Paroki Besikama, Jumat (1/3/2019).

Menurut Bupati Stef, ada lahan kosong milik gereja persis di lingkungan bekas RS Marianum Besikama yang ditinggalkan sejak tahun 2000 pasca banjir bandang menerjang wilayah tersebut.
Selama ini lahan tersebut dibiarkan begitu saja tanpa menghasilkan apa-apa.

Bupati Stef yang alergi dengan kondisi seperti itu berinisiatif agar lahan tersebut harus berproduktif demi kepentingan gereja dan umat. Caranya, pemerintah bekerjasama dengan gereja mengolah lahan tersebut untuk ditanam bawang merah.

Anggota DPRD Ende Ini Harus Putar Lewat Mbay Saat Hendak Ke Ende

Teenager : Maafkan Aku yang Sering Merusak Waktumu Hanya Karena Rindu. Galau Banget Ah!

Bagaimana Ramalan Zodiak Kamu Selama Bulan Maret 2019? Kepoin Yuk

Chesy Kadir, Kami Pastikan Warga Korban Puting Beliung Makan Tiga Kali Sehari

Lahan yang cukup luas itu dibuat kapling dan diserahkan kepada gereja dan umat untuk membudiday bawang merah. Di lahan tersebut dijadikan kebun percontohan budidaya bawang merah sehingga masyarakat atau umat bisa belajar dari situ.

Urusan pembersihan lahan, pacul tanah, benih dan sarana pendukung lainnya ditangani pemerintah. Pemerintah akan membangun sumur bor, bak penampung air dan mesin sedot air.

Pemanfaatan lahan tersebut mulai tahun ini dan beberapa bulan ke depan haria sudah mulai eksen sehingga pada Juli 2019, bawang merah sudah bertumbuh subur.

Bupati Stef mengatakan, ia terus mendorong masyarakat Malaka agar semua lahan pertanian harus digarap. Tanah Malaka adalah tanah yang subur.

Renungan Harian Kristen Protestan Sabtu 2 Maret 2019 Lebih takut Kepada Tuhan Daripada Manusia

Pendaftaran UTBK Sudah Dibuka, Ini Yang Harus Diperhatikan

Waduh! Jennie dan Lisa BLACKPINK Ternyata Tak Cocok Satu Sama Lain, Ada Masalah Serius?

Mengolah lahan di Malaka saat ini tidak lagi sulit seperti dulu. Karena pemerintah sudah membantu dengan peralatan modern seperti traktor. Kesulitan lainnya seperti air dan jalan, pemerintah juga langsung kerjakan.

Untuk itu, lanjut Bupati Stef, yang dibutuhkan sekarang adalah masyarakat mesti semangat dan punya motivasi untuk bekerja demi kemakmuran hidup. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved