Jembatan Putus Diterjang Banjir Saat Hujan Deras, Siswa SMP Nekat Seberangi Sungai demi Sekolah

Jembatan Putus Diterjang Banjir Saat Hujan Deras, Siswa SMP Nekat Seberangi Sungai demi Sekolah

Jembatan Putus Diterjang Banjir Saat Hujan Deras, Siswa SMP Nekat Seberangi Sungai demi Sekolah
KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN
Siswa sekolah memberanikan diri menyeberang Sungai Belukar di Kendal karena jembatan yang biasa dilewati telah putus akibat arus deras pasca-hujan deras. 

Jembatan Putus Diterjang Banjir Saat Hujan Deras, Siswa SMP Nekat Seberangi Sungai demi Sekolah

POS-KUPANG.COM | KENDAL - Dua jembatan di Kendal, Jawa Tengah, putus diterjang air sungai yang mengalir deras setelah hujan deras turun, Jumat (1/2/2019) sore.

Dua jembatan itu adalah Jembatan Cipluk yang 0menghubungkan Desa Sidokumpul Patean - Sojomerto Gemuh dan Jembatan Sidodadi Patean yang menghubungkan Dusun Rejosari dan Dusun Pijosari.

Selundup Sabu dan Ekstasi ke Jakarta, Tim Gabungan Polda Tangkap Dua Pemuda asal Banjarmasin

Akibat putusnya dua jembatan itu, warga, terutama anak-anak sekolah harus berjalan kaki menyeberangi sungai.

Didik Setiawan, siswa SMPN 3 Gemuh, bercerita, dia memberanikan diri menyeberang Sungai Belukar karena jembatan yang biasa dilewati telah putus.

Gara-gara Tidak Masak di Rumah, Pria Beranak Tiga Ini Menganiaya Istri Sampai Kesulitan Berjalan

"Kalau tidak lewat sini, kami harus lewat Sukorejo, Weleri dan Gemuh. Jaraknya 40 kilometer lebih," katanya.

Warga Dusun Cipluk Sidokumpul tersebut menambahkan, dirinya bersama teman-temannya setiap hari berjalan kaki bila pergi ke sekolah sebab jaraknya sangat dekat.

"Jarak rumah ke sekolah hanya sekitar 5 kilometer. Kadang saya diantar pakai motor sama bapak," tuturnya.

Sementara itu, Ngatiman (45), warga Sidodadi Patean, mengaku hujan deras yang turun pada Jumat sore, membuat sungai yang memisahkan dua dusun di desanya hilang diterjang air.

Untuk sementara, supaya anak-anak sekolah bisa melintas, dibuatkan jembatan dari kayu. "Kejadiannya Jumat sore kemarin, sebelum maghrib, sir sungai deras dan meluap," ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Sugiono, langsung meninjau lokasi kejadian, Sabtu (2/3/2019).

Sugiono bersama stafnya melakukan pengukuran dan perencanaan pembangunan. "Dua jembatan yang putus itu, tahun ini, langsung akan kami bangun," kata Giono.

Dia menambahkan, anggaran pembangunan dua jembatan tersebut rencananya diambil dari dana bencana darurat karena mendesak diperlukan masyarakat.

"Biar anak-anak sekolah bisa lewat dan tidak turun ke sungai, terutama jembatan cipluk," tuturnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved