Gara-gara Tidak Masak di Rumah, Pria Beranak Tiga Ini Menganiaya Istri Sampai Kesulitan Berjalan

Gara-gara Tidak Masak di Rumah, Pria Beranak Tiga Ini Menganiaya Istri Sampai Kesulitan Berjalan

Gara-gara Tidak Masak di Rumah, Pria Beranak Tiga Ini Menganiaya Istri Sampai Kesulitan Berjalan
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi penganiayaan istri 

Gara-gara Tidak Masak di Rumah, Pria Beranak Tiga Ini Menganiaya Istri Sampai Kesulitan Berjalan

POS-KUPANG.COM | DEPOK - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak ( PPA ) Polresta Depok mengamankan Tabroni (32) lantaran menganiaya istrinya, Ratna.

Wakapolresta Depok, AKBP Arya Perdana mengatakan, Tabroni marah karena istrinya tidak masak di rumah.

Tingkatkan Pemahaman Big Data dan Artificial Inteligence, Prodi Kimia FST Undana Gelar Seminar

"Pelaku pulang kerja, sampai rumah, makan siang tidak tersedia. Dia marah sama istrinya, lalu istrinya dipukuli hingga luka-luka dan kesulitan berjalan," kata Waka Polresta Depok, AKBP Arya Perdana saat dikonfirmasi di Polresta Depok, Jumat (1/3/2019).

Arya mengatakan, Tabroni sudah memiliki tiga anak laki-laki dari pernikahannya yang sudah berjalan 10 tahun tersebut.

Polisi: 34 Kapal yang Terbakar di Muara Baru Tak Berasuransi, Ini Alasannya

Tekanan ekonomi dinilai pelaku gelap mata hingga menganiaya sang istri. Pekerjaan pelaku sebagai sopir belum dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sang istri juga sering mengutang ke orang lain.

"Kalau alasan ekonomi ini, ya kalau tidak ada uang istrinya itu ngutang. Pelaku ini tidak terima. Tapi kan kalau setiap hari harus masak, uangnya dari mana," ungkap Arya.

Arya mengatakan, Tabroni mengaku sudah sering melakukan kekerasan terhadap istrinya tersebut.

"Iya udah sering (menganiaya). Biasanya dia pukul menggunakan tangan kosong, tapi memang sepengakuannya tidak pernah di depan anak-anak," kata Arya.

Oleh karena perbuatannya, pelaku dijerat pasal 44 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved