Mau Cari Suvenir, Ayo Kunjungi Pusat Oleh-Oleh Kampoeng Tenun Alor
Kampoeng Tenun Alor di Kelurahan Oebobo ini tidak hanya menyediakan aneka tenun ikat dari seluruh daerah di NTT saja, tapi juga beragam oleh-oleh
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Hermina Pello
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati
POS-KUPANG.COM |KUPANG -Salah satu kelompok tenun binaan Bank Indonesia, Kampoeng Tenun Alor terus mengepakkan sayapnya.
Ada rencana untuk membuka Rumah Kreasi untuk pembuatan aksesoris yang berciri khas NTT dengan memberdayakan pemuda sekitar yang belum bekerja
Ketua Kelompok Pusat Oleh-Oleh Kampoeng Tenun Alor, Ester Abolla di Kupang, Kamis (28/2/2019) mengatakan, dari galeri yang sederhana kini Kampoeng Tenun Alor berinovasi menjadi pusat oleh-oleh. Dan dalam waktu dekat akan membuka Rumah Kreasi.
• 25 Orang Ikut Seleksi Tertulis Perekrutan Pegawai Non PNS Untuk Bawaslu Mabar
• Bencana Angin Puting Beliung Liliba, BPBD NTT : Tetapkan Tiga Hari Fase Rehabilitasi Rekonstruksi
Kampoeng Tenun Alor yang berlokasi di Kelurahan Oebobo ini tidak hanya menyediakan aneka tenun ikat dari seluruh daerah di NTT saja, tapi juga menyediakan beragam oleh-oleh.
Mulai dari makanan berupa kue-kue khas NTT, minuman seperti kopi Bajawa dan lain sebagainya.
"Tamu pun bisa membawa pula oleh-oleh berupa gantungan kunci dan cinderamata seperti sasando dengan harga yang dapat dijangkau," kata Ester.

Menurutnya, bila sebelumnya diawali dengan galeri maka sekarang Kampoeng Tenun Alor sudah menjadi pusat oleh-oleh untuk menjawabi kebutuhan para tamu.
"Agar tamu yang datang tidak hanya membawa pulang tenun ikat tapi juga bisa membeli aksesoris khas NTT dan juga panganan lokal bermerek hasil olahan dari UKM kota Kupang," katanya sambik menambahkan berbagai aksesoris dan gantungan kunci yang dijual dengan harga yang terjangkau mulai Rp 10.000.
Di sini juga, kata Ester, menyediakan tas samping yang terbuat dari anyaman bambu dan juga enceng gondok hasil buah tangan pengrajin NTT.

Pusat oleh-oleh ini menyediakan tenun ikat dari harga mulai Rp 400.000 hingga jutaan. Semua motif warna dan daerah ada di tempat ini.
Diakuinya untuk pemasaran ia menggandeng berbagai kelompok tenun lainnya.
"Bila ada pesanan seperti pakaian seragam untuk pernikahan, paduan suara dan lainnya maka akan dibagi kepada kelompok-kelompok tenun. Pernah ada pesanan hingga 50 lembar kain tenun," tuturnya. (*)