Ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Belu Tentang Kasus Penikaman di Belu

Kasus penikaman terhadap enam orang warga di Kabupaten Belu oleh seorang pria berusia 17 tahun (bukan 16-Red) sedang ditangani kepolisian Polres Belu.

Ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Belu Tentang Kasus Penikaman di Belu
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
-Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Ardyan Yudo Setiantono

Ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Belu Tentang Kasus Penikaman di Belu

POS - KUPANG.COM| ATAMBUA---Kasus penikaman terhadap enam orang warga di Kabupaten Belu oleh seorang pria berusia 17 tahun (bukan 16-Red) sedang ditangani kepolisian Polres Belu.

Polisi sudah menetapkan satu orang tersangka atasnam Julmito Parera Do Santos yang adalah pelaku penikaman.

Hal itu disampaikan Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing melalui Kasat Reskrim, AKP Ardyan Yudo Setiantono dalam keterangan persnya di ruang Reskrim, Jumat (1/3/2019).

Menurut Ardyan, kasus penikaman tersebut bermula dari rasa ketersinggungan. Pelaku ditegur seorang saksi bernama Andre karena selama ini jarang melihat pelaku.

"Kamu kemana saja. Selama ini tidak pernah kelihatan," kata Ardyan meniru percakapan pelaku dengan saksi.

Bencana Angin Puting Beliung Liliba, BPBD NTT : Tetapkan Tiga Hari Fase Rehabilitasi Rekonstruksi

Bupati Agas Sampaikan Pidato perdana di DPRD Matim, Tawarkan Konsep Desa Bahagia

Mau Naik Haji Tapi Kurang Dana, Ayo Ikut Program Arrum Haji di Pegadaian Syariah Kupang

Pangdam Memantik Semangat Prajurit Satgas Sektor Timur

Atas pertanyaan saksi, pelaku merespon dan menjawab bahwa dia tidak kemana-mana selama ini.

"Saya dari dulu sudah ada di sini," jawab pelaku sambil memukul Andre menggunakan telapak tangan di tengkuknya Andre.

Melihat kejadian itu, pelaku ditegur oleh orangtuannya dan warga lain yang berada di sekitar itu.

Merasa tersinggung dengan teguran itu, pelaku emosi dan pergi menuju ke belakang rumah menggambil pisau lalu menikam orang yang berada di sekitar itu secara membabi buta. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pelaku menikam enam orang perempuan termasuk ibu kandunngnya.

Pelaku berhasil dilumpuhkan warga yang berada di sekitar itu sehingga pelaku tak berdaya lagi. Tak lama berselang polisi tiba di TKP mengamankan pelaku dan mengevakuasi para korban menuju RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD.

Menurut Ardyan, akibat penikaman tersebut dua orang meninggal dunia. Satu orang meninggal dunia di TKP atasnama Filomina Do Santos yang adalah ibu kandung pelaku. Korban mendapat tiga tusukan di dada.

Sedangkan korban yang meninggal dunia di rumah sakit atasnama Magdalena Bui. Korban mendapat satu tusukan di bagian dada.

Menurut Ardyan, tersangka disangkakan Pasal 338, Junto 354 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved