Bencana Angin Puting Beliung Liliba, BPBD NTT : Tetapkan Tiga Hari Fase Rehabilitasi Rekonstruksi

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT menetapkan tiga hari fase Rehabilitasi

Bencana Angin Puting Beliung Liliba, BPBD NTT : Tetapkan Tiga Hari Fase Rehabilitasi Rekonstruksi
POS KUPANG/RYAN NONG
Kepala BPBD NTT Thomas Bangke di lokasi terdampak bencana di Kelurahan Liliba pada Jumat (1/3/2019). 

Bencana Angin Puting Beliung Liliba, BPBD NTT : Tetapkan Tiga Hari Fase Rehabilitasi Rekonstruksi

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT menetapkan tiga hari fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) dalam bencana angin puting beliung yang melanda wilayah Kelurahan Liliba dan Penfui Kota Kupang.

Bencana angin puting beliung yang melanda wilayah dua kelurahan ini pada Kamis (28/2/2019) telah memporakporandakan ratusan rumah milik warga, baik itu rumah tinggal maupun bangunan kos kosan milik warga.

Saat ditemui di Posko Utama Bencana Angin Puting Beliung di RT.27/RW.09 kelurahan Liliba pada Jumat (1/3/2019) siang, Kepala BPBD NTT Thomas Bangke mengatakan pemerintah menetapkan tiga hari sejak bencana menjadi fase rehabilitasi rekonstruksi (RR).

Ia menjelaskan, tindakan pertama yang dilakukan pihaknya adalah mengatasi kebutuhan dasar dan pendataan untuk penanganan lanjutan.

Mau Naik Haji Tapi Kurang Dana, Ayo Ikut Program Arrum Haji di Pegadaian Syariah Kupang

Pangdam Memantik Semangat Prajurit Satgas Sektor Timur

Bawaslu Dorong Masyarakat Lapor Jika Ada Temukan Pelanggaran Menjelang Pemilu

BRImo Diluncurkan Untuk Gaet Milenial, Ini Kelebihannya

“Sejak kemarin sore hingga pagi ini (Jumat) kita atasi dulu kebutuhan dasar masyarakat contoh dengan dapur umum, untuk pohon tumbang yang menimpa rumah warga kita utamakan dulu,” katanya.

Pihaknya melakukan update data dan kemudian berkoordinasi untuk melakukan penanganan dan pembagian tanggung jawab, apa yang tangani oleh pemerintah kota, pemerintah provinsi dan BNPB Pusat.

“Kita lakukan pendataan analisis oleh tim reaksi cepat lalu koordinasi dengan pemerintah kota, apa yang ditangani oleh pemerintah kota dalam fase RR (rehabilitasi rekonstruksi). Yang ditangani provinsi digeser ke provinsi, dan mana yang bisa digeser ke BNPB digeser ke Pusat, namun dalam waktu satu sampai tiga hari ini darurat dulu,” jelasnya.

Thomas lebih lanjut menyampaikan bahwa saat ini pihaknya mengutamakan pemenuhan keselamatan dan kebutuhan dasar melalui pembangunan posko dan penyediaan dapur umum. Pemerintah membangun tiga posko dengan tenda darurat di tiga lokasi di Kelurahan Liliba.

Selain itu ada pula tenda darurat yang dibangun oleh Sat Brimob Polda NTT sebanyak tiga unit dan satu posko kesehatan yang disupport dari PMI NTT.

“Kita utamakan keselamatan dan kebutuhan dasar dulu, yang terdampak di dua kelurahan, yaitu Penfui sebanyak 20 kk dan di sini (Liliba) sebanyak 148 kk. Sementara dilakukan peyisiran lagi untuk melengkapi data kerusakan berdasarkan kategori. Kita koordinasi dan akan lanjutkan dengan tahap rehabilitasi, kalau darurat ya seperti ini duku,” pungkasnya.

Aki Kalla Dengan Caranya Memajukan Penyanyi Asal NTT

Korban Bunuh Diri di Desa Nenu, Kabupaten Manggarai Bernama Fabianus Ramun

Bupati Tahun Pungut Sampah Di Pasar Inpres Soe

Pantauan hingga Jumat (1/3/2019) siang, Pemerintah melalui BPBD Provinsi NTT dan Kota Kupang, Dinas Sosial provinsi dan kota, Tagana, aparat Brimob Polda NTT, Kodim 1604 Kupang, Satpol PP siaga di lokasi bencana.

Mereka terlibat dalam proses rehabilitasi lokasi terdampak dengan membersihkan sisa sisa amukan angin, memisahkan bahan bangunan yang diterbangkan angin, membantu memperbaiki beberapa atap rumah yang terkena dampak angin serta membangun tenda tenda darurat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved