Puting Beliung di Kupang

VIDEO: Puting Beliung Terjang Kota Kupang, Kos dan Rumah Juaniko di Liliba Luluh Lantak

Atap rumah tercerabut dan pohon-pohon tumbang di halaman rumah, jalan dan menimpa kabel listrik dan kabel telepon.

Sekejap, pohon-pohon besar tumbang, atap-atap rumah beterbangan lalu jatuh ke tanah, bahkan perabot yang ada di dalam rumah ada yang ikut terhempas ke luar rumah.

Martinus Tandafatu, Sekretaris RT setempat (RT 27) menjelaskan, ada sekitar tiga RT yang yang diterjang puting beliung, yakni RT 27, 28 dan 29.

"Kejadiannya cepat sekali, saya sepertinya tidak percaya dengan kejadian ini," ungkap Martinus.

Martinus mengaku sedih karena hanya beberapa lebih banyak rumah warga yang rusak
ketimbang yang selamat dari terjangan puting beliung.

Ketua RT 27, Fransiskus Ganggas sibuk mendata rumah warga yang rusak, dengan buku dan pulpen di tangannya. Raut wajahnya tampak sedih dan lusuh. "Ini yang sudah terdata 20 rumah, belum semua," ungkap Fransiskus.

Tidak hanya rumah warga, sejumlah kos-kosan juga rusak.

Pohon-pohon yang tumbang menindih kabel listrik dan bangunan seperti bengkel dan kios.

Fransiskus mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun warga menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore memastikan akan memberikan bantuan bagi para korban bencana angin puting beliung di Kelurahan Liliba, Kota Kupang.

Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi posko bencana di RT 27 RW 009 Kelurahan Lasiana, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Kamis (28/2/2019) malam.

"Iya pasti, pasti akan diberikan juga. Dan besok kami akan menandatangani surat pernyataan bencana untuk kita tandatangani untuk mendapatkan bantuan beras dari Bulog untuk sementara," katanya saat usai memantau pada pukul 21.30 Wita.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan membantu pembangunan rumah bagi warga yang rumahnya rusak akibat disapu angin puting beliung.

Namun, kata Jefri, sebelum memberikan bantuan untuk pembangunan rumah akan dilakukan analisa terlebih dahulu.

"Untuk pembangunan rumah kami akan analisa untuk supaya kita bantu," tegasnya.

Sementara itu, bagi politisi asal Partai Demokrat ini, bencana puting beliung menjadi referensi dan pengalaman bagi pemerintah agar lebih siap dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

"Kita harus lebih siap lagi, untuk penanganan bencana kayak gini. Ini menjadi pengalaman untuk menangani bencana yang agak lebih besar dibandingkan dengan bencana-bencana sebelumnya," ujarnya.

"Shingga kita mampu mengukur seberapa cepat kita menangani musibah ini seperti seberapa cepat kita membangkitkan listrik, membangun tenda darurat dan menolong korban dan lain sebagainya," jelasnya.

Lebih lanjut, bencana puting beliung yang terjadi menjadi catatan pemerintah untuk dievaluasi sehingga dapat menyiapkan peralatan-peralatan yang cukup untuk membantu masyarakat.

"Kami percaya penanganannya sudah mulai bagus dan kita akan membuat lebih bagus dan cepat lagi untuk penanganan berikutnya," paparnya

"Kami akan evaluasi dan sejauh mana pemerintah akan membantu mereka ini bencana sehingga kami akan mencari solusi untuk mereka semua," tambahnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Stasiun Klimatologi dan Iklim Lasiana Kota Kupang meminta warga Kota Kupang tetap waspada pasca puting beliung menerjang dan memporak-porandakan rumah warga di Liliba, Kota Kupang, Kamis (28/2/2019).

Forecaster on Duty, Stasiun Klimatologi dan Iklim Lasiana, saat dihubungi POS-KUPANG.COM, menjelaskan dalam beberapa hari ke depan masih ada potensi terjadinya angin kencang.

"Tidak bisa diprediksi apakah angin puting beliung atau angin kencang, yang pasti ada potensi angin kencang, jadi warga sebaiknya tetap waspada," tegasnya.

Menurutnya, potensi angin kencang disertai hujan lebat, bisa dilihat dari gumpalan atau kumpulan awan tebal dan hitam, menjulang tinggi, sebagaimana yang disaksikan warga sebelum puting beliung menerjang dan memporak-porandakan rumah warga di Liliba dan Penfui, Kamis (28/2/2019).

Hal tersebut, kata dia, menunjukkan adanya potensi bencana.

Awan yang demikian disebut awan komulonimbus yang disebabkan oleh tekanan rendah atau tidak stabilnya atmosfer.

Kendati demikian, lanjutnya, tidak bisa diprediksikan bencana apa yang akan datang, apakah angin kencang, puting beliung, petir atau hujan lebat. (POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti/Gecio Viana)

Selengkapnya simak video:

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved