Jet Tempur Ditembak Jatuh, Pilot Dihajar Warga

Pilot Dihajar Warga Pakistan Setelah Jet Tempur Ditembak Jatuh. Pilor Tersebut Berasal dari India

Jet Tempur Ditembak Jatuh, Pilot Dihajar Warga
KOMPAS.com/Twitter via Daily Mirror
Potongan rekaman video memperlihatkan seorang pilot India dipukul warga setempat setelah jet tempurnya ditembak jatuh. 

Jet Tempur Ditembak Jatuh, Pilot Dihajar Warga

POS-KUPANG.COM | ISLAMABAD - Sebuah video memperlihatkan momen ketika seorang pilot India dihajar oleh warga Pakistan yang berada di Kashmir. Dalam video itu, nampak si perekam mendekat dan pasukan Pakistan berusaha mencegah warga sekitar untuk terus menyerang si pilot.

Dilansir Daily Mirror Rabu (27/2/2019), tangan pilot itu ditarik ke atas sementara warga melayangkan pukulan dan tendangan ke tubuhnya. Rekaman itu belum bisa dipastikan kebenarannya.

Empat Tahun Pemerintah Sudah Bangun 191 Ribu Kilometer Jalan Desa

Namun, pilot dalam rekaman itu mirip Komandan Abhinanda yang dipublikasikan diarak dalam keadaan terluka di wajah.

Otoritas India mengonfirmasi salah satu dari jet tempur MiG21 milik mereka jatuh, dengan si pilot dilaporkan hilang saat bertugas.

Islamabad mengklaim telah menembak jatuh dua jet tempur India, dengan menambahkan belum ada pesawat mereka yang dijatuhkan negara tetangga. Baik India maupun Pakistan sama-sama bersikukuh Kashmir merupakan teritori mereka, meski keduanya hanya mengontrol sebagian wilayah.

Acara Prabowo di Yogyakarta Sempat Ricuh, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan, Ini Penyebabnya

Ketegangan kedua negara terjadi dalam dua pekan terakhir setelah bom bunuh diri menyerang konvoi paramiliter India di Kashmir, dan membunuh 40 anggotanya.

Setelah itu New Delhi mengumumkan telah mengutus jet tempurnya membombardir kawasan di Pakistan yang ditengarai sebagai basis Jasih-e-Mohammad (JeM). JeM merupakan kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden bom bunuh diri di Kashmir pada 14 Februari yang lalu.

India menyatakan serangan udara di Balakot menewaskan banyak anggota JeM, meski klaim tersebut mendapat bantahan dari Pakistan.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan meminta diadakan pertemuan dengan India dan berharap "akal sehat" bisa meredakan tensi yang terjadi.

"Sejarah sudah menyatakan perang penuh dengan kesalahan perhitungan. Kami harus duduk dan berbicara," ungkap Khan dalam pidato di televisi.

Sementara Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj menyatakan Delhi bakal menahan diri dan bertindak penuh tanggung jawab.

"India tidak ingin semakin memperkeruh situasi ini," ucap Swaraj ketika berada di China dan bertemu dengan kolega Rusia serta Beijing. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved