Pantau Dugaan Prostitusi Online, Polres Kupang Kota Rutin Adakan Patroli Cyber

Untuk memantau dugaan prostitusi online di Kota Kupang, pihak Polres Kupang Kota rutin mengadakan patroli cyber

Pantau Dugaan Prostitusi Online, Polres Kupang Kota Rutin Adakan Patroli Cyber
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooy Nafi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Untuk memantau dugaan prostitusi online di Kota Kupang, pihak Polres Kupang Kota rutin mengadakan patroli cyber

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Sabtu (23/2/2019) siang.

Dijelaskannya, patroli cyber merupakan upaya untuk mengantisipasi semua hal terkait berita negatif baik itu berita hoax yang lagi viral, berita kampanye hitam dan pelanggaran terkait etika kesusilaan.

Target Angka Partisipasi Pemilu Tahun 2019 Capai 77,5 Persen

Pada bagian pelanggaran etika kesusilaan, lanjut Bobby, termasuk prostitusi online. "Prostitusi online sudah melanggar etika kesusilaan karena membuat prostitusi seolah barang yang dijual bebas di pasar di tengah masyarakat," tegasnya.

Secara struktural satuan ini sudah dibentuk beberapa tahun lalu dan di Polres Kupang Kota melekat di Unit Tipiter.

Pemerintah Provinsi Targetkan Kenaikan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu 2019

Ketika ditemukan ada akun diduga terlibat prostitusi online pihaknya akan melakukan pemetaan akun tersebut tanpa menunggu laporan polisi dari masyarakat.

"Pastinya kami akan menelusuri akun itu. Kami akan menelusuri siapa pemilik akun itu, kapan dan dimana akun ini didaftarkan serta posisi dari pemilik akun," katanya

"Jadi kami dapat melakukan proses hukum jika ditemukan tanpa adanya laporan polisi," ujarnya.

Pihaknya memastikan akan menemukan akun tersebut dan segera kami dipetakan. Dan jika ditemukan pihaknya akan segera merespon dengan cepat.

Sejauh ini, lanjut Bobby, pihaknya belum mendapatkan laporan polisi dari masyarakat terkait prostitusi online di kota Kupang. "Sejauh ini belum terima laporan terkait prostitusi online," paparnya.

Namun demikian, pihaknya menemukan dugaan adanya prostitusi online akan tetapi tidak serta merta dipublikasikan.

"Kami menemukan dugaan itu ada hanya tidak serta merta kami publikasikan," jelasnya.

Menurutnya, oknum yang menjalankan prostitusi online tidak secara langsung menunjukkan diri dan maksud serta keinginannya.

Oknum yang diduga biasanya menyamarkan identitas dan menggunakan kode atau tanda yang hanya dimengerti oleh kalangan mereka.

"Yang pasti mereka yang melakukan prostitusi ini tidak secara langsung menunjukkan diri, A
Akan tetapi menyamarkan dir. Entah pakai sandi, editan wajah, pakai akun perempuan atau percakapan seperti kakak adik padahal maksudnya lain," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved