Nama Cawagub DKI Jakarta Belum Diserahkan ke Anies, Ternyata Ini Alasan PKS

Surat berisi dua nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta belum juga diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Nama Cawagub DKI Jakarta Belum Diserahkan ke Anies, Ternyata Ini Alasan PKS
KOMPAS.com/NURSITA SARI
Wakil Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo (memakai batik) di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Surat berisi dua nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta belum juga diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) DKI Jakarta Syakir Purnomo mengatakan, pihaknya hingga kini masih menunggu surat itu ditandatangani Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani.

"Saat ini kami masih menunggu tanda tangan dari Pak Prabowo dan Pak Muzani selaku Ketum dan Sekjen DPP Partai Gerindra," ujar Syakir melalui pesan singkat, Rabu (27/2/2019).

Anies Tanggapi Tuduhan Perombakan Jabatan di DKI Jakarta dengan Sebutan Politis

Syakir menyampaikan, surat berisi dua nama cawagub itu sudah diteken pimpinan DPP PKS dan DPW PKS DKI Jakarta, serta pimpinan DPD Gerindra DKI Jakarta.

Namun, surat belum bisa diserahkan kepada Anies sebelum diteken Prabowo dan Muzani. Syakir berharap Prabowo dan Muzani segera meneken surat tersebut. "Semoga segera tuntas," kata Syakir.

Tahun 2018, MA Tangani Perkara Terbanyak dan Mampu Memutus Perkara Terbanyak dalam Sejarah

Partai Gerindra dan PKS sepakat memilih kader PKS Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu sebagai kandidat wagub pengganti Sandiaga Uno.

Agung saat ini menduduki jabatan Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta, sementara Syaikhu merupakan Ketua DPW PKS Jawa Barat.

Kesepakatan Gerindra dan PKS ditandai dengan penandatanganan surat penetapan cawagub DKI oleh DPD Gerindra DKI Jakarta dan DPW PKS DKI Jakarta pada Jumat (22/2/2019).

Surat itu nantinya akan diserahkan kepada Anies. Setelah proses itu, Anies harus menyerahkan dua nama cawagub DKI ke DPRD DKI Jakarta. DPRD DKI nantinya akan menggelar rapat paripurna untuk memilih wagub baru melalui mekanisme pemilihan suara (voting). (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved