Gubernur NTT Selesaikan Tata Batas Sumba Barat-SBD, Desa Karang Indah Masuk Sumbar

Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat turun tangan, masalah tapal batas Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya selesai

Gubernur NTT Selesaikan Tata Batas Sumba Barat-SBD, Desa Karang Indah Masuk Sumbar
POS-KUPANG.COM/ PETRUS PITER
Gubernur NTT (tengah) Pimpin Pertemuan Penyelesaian tapal batas Sumba Barat dan Sumba Barat Daya 

Gubernur NTT Selesaikan Tata Batas Sumba Barat-SBD, Desa Karang Indah Masuk Sumbar

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, petrus piter

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H turun tangan menyelesaikan tapal batas antara Kabupaten Sumba Barat (Sumba) dan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). 

Gubernur memimpin langsung pertemuan penyelesian tata batas antara pemerintahan Kabupaten Sumba Barat dengan Kabupaten Sumba Barat Daya di lantai II, salah satu gedung RSUD SBD, Rabu (27/2/2019).

Hadir dalam pertemuan itu Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole, Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni, S.P, Sekda Sumba Barat, Drs.Umbu Dingu Dedi, sejumlah pejabat pemerintahan Sumba Barat lainnya dan tokoh masyarakat Sumba Barat, T.L Ora, S.H, Datu Todu, S.H dan Maria Dua Widasy, S.H.

Sedangkan dari Kabupaten Sumba Barat Daya hadir  Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Tallu, S.H, Wakil Bupati SBD, Drs.Ndara Tanggu Kaha, Sekda SBD, Anton Umbu Zaza serta sejumlah pejabat pemerintahan SBD lainnya, tokoh masyarakat Imanuel Horo, S.H dan Yonathan P.Loghe.

Pilar Tapal Batas SB-SBD Digeser Warga Wone, Sumbar Mengadu Ke DPRD

Begini Desakan Tokoh Perempuan Manggarai Soal Tapal Batas Manggarai Timur dan Ngada

Pertemuan itu melahirkan 5 poin kesepakatan bersama yakni batas administrasi Karang indah, SBD-Weetanah, Sumba Barat (bagian selatan) sesuai undang-undang Nomor: 10 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Sumba Barat Daya di NTT yakni berada d Kali Polapare.

Kedua, peninjuan lokasi sub segmen Karang Indah-Weetana (bagian selatan) akan dilaksanakan gubernur NTT bersama bupati SBD dan bupati Sumba Barat tanggal 6 Mei 2019.

Ketiga, tanggal 6 Mei 2019, akan berlangsung penyerahan Desa Karang Indah beserta asetnya dari Pemerintah Kabupaten SBD kepada pemerintah Kabupaten Sumba Barat.

Keempat, batas wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten Sumba Barat dengan Pemerintahan Kabupaten Sumba Barat Daya tidak menghilangkan sejarah kepemilikan atas tanah/ lahan baik hak privat atau komunal (adat) dan budaya orang Kodi di Kabupaten Sumba Barat.

Lima sertitikat tanah yang telah diterbitkan BPN Sumba Barat atas kepemilikan tanah di Desa Karang Indah tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku, tidak diakui dan akan diverikasi lembali, sesuai dengan sejarah kepemilikan tanah, dengan dukungan data para tokoh masyarakat di Desa Karang Indah.

Ini Harapan Tokoh Masyarakat Elar Selatan Terkait Tapal Batas Ngada dan Manggarai Timur

Penyelesaian Tapal Batas Ngada dan Manggarai Diambilalih Pusat! Ini Janji Kemendagri

Gubermur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H kepada wartawan sesaat setelah selesai memimpin pertemuan itu, mengatakan, pada prinsipnya tata batas antar Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya hanya urusan administrasi pemerintahan saja dan sama sekali tidak menghilangkan hak kepemilikan tanah masyakat di kedua wilayah itu.

Masyarakat tetap memiliki tanah itu dan tetap menjalankan kehidupan sosial seperti biasa.

Sementara itu Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni, secara terpisah, mengatakan, keputusan tersebut lahir bersama kedua belah pihak sesuai undang-undang Nomor: 10 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Pada prinsipnya kedua belah pihak telah menerima dengan menandatangani kesepakatan bersama. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved