Talenta yang Tuhan Berikan Jangan Simpan di Bantal

Tokoh Perempuan Kabupaten Kupang, Sofia Malelak de Haan berbangga hati dengan terbentuknya Sekolah Perempuan Mandiri (SPM), Kelurahan Tarus,Kecamatan

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/: Edi Hayong
Para pengurus dan anggota SPM Tarus foto bersama undangan lainnya, Selasa (26/2/2019) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I TARUS---Tokoh Perempuan Kabupaten Kupang, Sofia Malelak de Haan berbangga hati dengan terbentuknya Sekolah Perempuan Mandiri (SPM), Kelurahan Tarus,Kecamatan Kupang Tengah, NTT.

Kehadiran SPM sesungguhnya sangat mulia membantu kaum perempuan dalam upaya penguatan kapasitas. Untuk itu, talenta yang diberikan Tuhan pada kaum perempuan jangan disimpan di bantal tetapi berbagi antar kaum di SPM.

Sofia Malelak menyampaikan hal ini disela-sela kegiatan pengukuhan Badan Pengurus SPM di Tarus, Selasa (26/2/2019). Pengukuhan   secara resmi dilakukan   Lurah Tarus, Soleman Lakabela dihadiri pula  Kapolsek Kupang Tengah, AKP Bertha Hangge, Lurah Tarus, Soleman Lakabela, Sekertaris Kecamatan Kupang Tengah, Renny Muskanan Fola, dan kaum perempuan di Kelurahan Tarus.   

Sofia Malelak de Haan menyatakan kebanggaanya karena  terlahir sebagai perempuan.

Akbar Tanjung Berkunjung ke Belu. Begini Harapan Kader Golkar

Hal ini karena dalam dirinya ada talenta yang Tuhan berikan yang dalam hidupnya dan diimplementasikan sebagai sumbangsih bagi karya kemanusiaan dan pembangunan di Kabupaten Kupang.

Menurutnya, secara pribadi dia mendukung kehadiran SPM di Tarus karena selama ini gagasan yang dia kemukakan mendapat sambutan positif.

Dia mengakui ketika masih aktif di Yayasan Alfa Omega, ide besarnya muncul untuk pembentukan SPM.

Terbukti telah dihadirkan di Desa Mata Air, Noelbaki, Kelurahan  Lasiana dan Oesapa yang dimulai dari komunitas kelompok kecil. 

"Kini sudah 900 orang perempuan yang dididik di SPM  dan kini bergabung lagi  45 orang dari Tarus. Ini perlu dikembangkan. Ini inisiatif kaum perempuan dalam mengembangkan program mandiri," katanya.

Menurut Sofia, dengan hadirnya SPM di Tarus maka akan lahir perempuan-perempuan tangguh yang akan melahirkan pemimpin perempuan dalam proses pembangunan di Kabupaten Kupang.

"Pesan saya, talenta yang Tuhan berikan jangan simpan di bantal tapi maksimalkan untuk pembangunan. Kita belajar kembangkan potensi kita. Belajarlah sepanjang masa. Berilah hidup untuk bermakna bagi orang lain," kata Sofia.

Ketua SPM Tarus, Suryati Adu Bistolen mengatakan, pembentukan kelompok ini mendapat dukungan positif dari para suami mereka. Selain itu, banyak pihak memotivasi mereka untuk berkarya bagi banyak orang melalui SPM. Walaupun belum setahun terbentuk tetapi karya-karya anggota sudah cukup banyak.

"Perempuan adalah pencipta generasi masa depan. Kami akan jadi perempuan tangguh. Kami tidak hanya berharap pada penghasilan pemberian suami.

Kami bergandengan tangan berusaha untuk memberi manfaat bagi orang lain," tegasnya.

Adapun kegiatan yang sudah jadi rutinitas adalah setiap Sabtu membersihkan lingkungan dan ada Sabtu ceria. Pihaknya akan terus mengajak kaum perempuan di Tarus untuk bergabung dan menjadi berkat bagi orang lain. (*)

Sumber: Pos Kupang
Tags
Talenta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved