Penyuluh Pertanian Sedaratan Timor NTT Ikut Sekolah Iklim

BMKG Stasiun Klimatologi (Staklim) Lasiana Kupang, menggelar Sekolah Latihan Iklim Tahap II bagi sejumlah penyuluh pertanian di Daratan Timor

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ LAUS MARKUS GOTI
Para Penyuluh Pertanian se-Daratan Timur ketika jadi Peserta sekolah iklim 

Penyuluh Pertanian Sedaratan Timor NTT Ikut Sekolah Iklim

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) Lasiana Kupang, menggelar Sekolah Latihan Iklim Tahap II bagi sejumlah penyuluh pertanian dari Kabupaten sedaratan Timor Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan yang berlangsung sejak hari ini, Selasa (26/2/2019) hingga Jumat (28/2/2019) di Hotel Ima, Jl. Timor Raya, Kota Kupang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Obed Kaji.

Kepala Staklim Lasiana Kupang, Apolonaris Gero, dalam sambutannya menegaskan, Staklim Lasiana Kupang dari waktu ke waktu senantiasa memberikan informasi yang tepat, cepat, luas dan mudah dipahami masyarakat.

Program Sekolah Lapang di Desa Laleten-Malaka Mendapat Respon Positif Masyarakat, Ini Alasannya

Petani dan PPL dari Timor Leste Ikut Sekolah Lapang Iklim di Desa Boentuka TTS

Tujuannya, agar masyarakat, dalam hal ini petani, bisa mengelola pertaniannya dengan baik. "Petani tau kapan dia harus mempersiapkan lahan, menanam, dan sebagainya," ungkap Apolonaris.

Apolonaris menjelaskan, informasi yang disampaikan oleh BMKG memang menggunakan terminologi dan istilah teknis, yang seringkali sulit dipahami oleh masyarakat.

Untuk itulah, pihaknya menggelar kegiatan tersebut, kepada para penyuluh pertanian, dengan maksud, para penyuluh bisa memberikan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Terkait, informasi iklim, jelasnya, dapat diakses dengan mudah berkat kemajuan di bidang teknologi dan informasi. "Masyarakat bisa akses lewat pemberitaan atau website serta media sosial," kata Apolonaris.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Obed Kaji dalam sambutannya, menyampaikan, pihaknya mengapresiasi peran BMKG memberikan informasi tentang iklim. Hal tersebut kata Obed, merupakan hal yang penting karena berkaitan dengan upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Ditemui usai acara pembuka, Apolonaris Gero kepada POS-KUPANG.COM, menjelaskan, kegiatan sekolah iklim terdiri dari tiga tahap. Tahap I dikhususkan bagi Forkompinda, pengambil kebijakan di di tingkat daerah, tahap II bagi penyuluh pertanian dan III nanti, di lahan pertanian, langsung menanam. "Pada intinya, kegiatan ini untuk mendukung ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur," ungkapnya.

Pemda Terima Formasi PPPK, Prioritaskan Guru dan Penyuluh Pertanian

Anggota DPRD Sumba Tengah Soroti Kinerja Penyuluh Pertanian

Apolonaris menjelaskan, tidak hanya di sektor pertanian BMKG juga tentu berkontribusi di bidang pelayaran, aktivitas laut lainnya, infrastruktur dan lain-lain dengan memberikan informasi yang cepat dan tepat soal iklim.

Ia berharap, para penyuluh pertanian, ketika kembali ke masyarakat  bisa menerjemahkan atau menjelaskan kepada masyarakat terkait hal-hal kurang dipahami oleh masyarakat.

"Misalnya hujan di atas normal, masyarakat mungkin bingung, hujan di atas normal itu apa, apa yang harus dilakukan oleh petani?. Nah kita harap penyuluh bisa beri penjelasan yang sederhana sehingga pesannya bisa sampai ke masyarakat," ungkap Obed Kadji. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved