Renungan Harian Katolik, 27 Februari 2019: Menjadi Sahabat Seperjuangan, Markus 9:38-40

AMICUS usque ad aras: menjadi sahabat sampai mati. Begitulah bunyi pepatah tua.

Editor: Kanis Jehola
Facebook/Florens Maxi Un Bria
Maxi Un Bria 

Oleh RD. Florens Maxi Un Bria
Rohaniwan Keuskupan Agung Kupang-NTT

"Barangsiapa tidak melawan kita, Ia ada di pihak kita" (Mrk 9:40).

POS-KUPANG.COM - AMICUS usque ad aras: menjadi sahabat sampai mati. Begitulah bunyi pepatah tua.

Yang mengingatkan semua insan manusia untuk jadi sahabat sejati dalam untung dan malang.

Tentu tidak mudah pada saat derasan arus individualisme dan konsumerisme hadir dalam berbagai tawaran.

Para murid berdiskusi tentang kebaikan melayani sesama dan menyembuhkan orang sakit yang dilakukan kawanan lain di luar komunitas.

KPU Pastikan WNA Pemilik E-KTP Tak Masuk DPT, Viryan Azis Bantah Ada Warga Asal China

Yesus merespon mereka dengan bijak. Bahwa yang tidak melawan kita adalah sahabat yang memiliki visi yang sama yakni mengabdi dan melayani manusia.

Panggilan untuk berbuat baik bagi sesama adalah panggilan universal bagi segenap umat manusia.

Kita belajar bersyukur dan mendukung sesama yang bekerja untuk bonum commune tanpa perlu mempersoalkan siapa mereka.

Karena tidak mungkin seseorang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya kalau tidak dianugerahkan dari surga.

172 Pasien DBD Dirawat di RSUD Ruteng, Ini Riwayatnya

Allah memanggil segenap orang yang berkehendak baik untuk bekerja bagi kebaikan sesama.

Marilah bersikap inklusif dan saling mendukung bekerja untuk kebaikan bersama. Menjadi sahabat bagi semua orang sampai akhir.

Yesus mengajarkan kepada para murid untuk terbuka dan bersikap penuh hormat terhadap semua komunitas dan semua orang yang berbuat baik.

Keterbukaan dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengerjakan kebaikan bagi semua orang.

Bila kita mendapat kesempatan untuk melakukan perbuatan baik dan ada sesama juga yang mau berkolaborasi untuk tujuan yang sama, kita sepatutnya bersyukur karena diberi hadiah dari Tuhan mendapat sahabat seperjuangan untuk maksud yang mulia dan bermakna.

Marilah membangun persahabatan sejati lintas komunitas iman dan budaya untuk hadirkan kebaikan bagi banyak orang.

Doa.Tuhan ajarilah kami bahasa kasih dan hati yang selalu tahu bersyukur atas kehadiran sesama yang terbuka untuk pelayanan kemanusiaan. Amin. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved