KPU Pastikan WNA Pemilik E-KTP Tak Masuk DPT, Viryan Azis Bantah Ada Warga Asal China

Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) memastikan tak ada Warga Negara Asing ( WNA ) yang masuk Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) pemilu.

KPU Pastikan WNA Pemilik E-KTP Tak Masuk DPT, Viryan Azis Bantah Ada Warga Asal China
KOMPAS.com/Fitria Chusna Farisa
Komisioner KPU, Viryan Azis di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) memastikan tak ada Warga Negara Asing ( WNA ) yang masuk Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) pemilu.

Komisioner KPU, Viryan Azis membantah ada seorang WNA asal China berinisial GC yang punya KTP elektronik atau E-KTP tercatat dalam DPT.

"Poin pentingnya adalah bapak GC dengan nomor induk kependudukan (NIK) itu tidak ada di DPT pemilu 2019," kata Viryan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

172 Pasien DBD Dirawat di RSUD Ruteng, Ini Riwayatnya

Jika ditelusuri di DPT, Nomor Induk kependudukan (NIK) yang tercantum di E-KTP yang diisukan milik GC, ternyata merujuk pada seorang WNI berinisial B. Begitupun jika dicek di Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP 4), NIK yang diisukan milik GC ternyata tak menunjukan nama GC, melainkan nama B.

DP 4 sendiri merupakan data dari Kemterian Dalam Negeri yang menjadi rujukan KPU dalam menyusun DPT pemilu.

Ini Pengakuan Rekan Satu Asrama Mahasiswi yang Kubur Bayinya di Samping Asrama Pemda Alor

"KTP ini (GC) disebut, dipublikasikan, kemudian seolah-olah ini masuk dalam DPT. Kemudian KPU melakukan penelusuran bahwa di dalam DPT, NIK ini (GC) atas nama Bapak (B)," ujar Viryan.

Tetapi, setelah dilakukan pengecekan faktual ke lapangan, ditemukan bahwa NIK dalam E-KTP fisik milik B ternyata berbeda dengan yang tercantum di DPT maupun DP4.

Artinya, titik permasalahan dalam hal ini adalah perbedaan NIK dalam DPT dan DP4 dengan NIK e-KTP milik B.

Meski ada perbedaan NIK antara e-KTP fisik dengan NIK yang tercantum di DPT dan DP4, KPU memastikan, WNI berinisial B tetap dapat menggunakan hak pilihnya.

"Pak B tetap memiliki hak pilih, sementara pak GC tidak," kata Viryan.

Sebelumnya, beredar foto KTP elektronik atau e-KTP seorang Warga Negara Asing (WNA) asal China berinisial GC.

Dari foto yang beredar, KTP-el GC tercantum dengan NIK 320*************. Dalam foto itu, GC disebut tinggal di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Beredar surat permohonan maaf dari petani Brebes Subkhan yang menyatakan bahwa dirinya mengaku bersandiwara saat menangis di depan cawapres Sandiaga Uno.

Namun Subkhan membantah adanya surat itu. Subkhan menegaskan bahwa surat itu adalah palsu dan merupakan fitnah kepada dirinya. Dia tidak pernah membuat dan menandatangani surat pernyataan itu.

Subkhan turut menunjukkan tandatangan asli yang tertera di KTP elektronik dan SIM-nya. Ia berencana menempuh jalur hukum atas beredarnya surat itu. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved