Keterbatasan Fisik Tak Batasi Ardy Blazer Melahirkan Petinju di Bumi Sundelwood

Luar biasa! Keterbatasan fisik tak membatasi Ardy Blazer untuk terus melahirkan petinju profesional di bumi sundelwood.

Keterbatasan Fisik Tak Batasi Ardy Blazer Melahirkan Petinju di Bumi Sundelwood
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Ardy Blazet sedang melatih anak didiknya di sasan tinju miliknya 

Keterbatasan Fisik Tak Batasi Ardy Blazer Melahirkan Petinju di Bumi Sundelwood

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU- Keterbatasan fisik tak membatasi Ardy Blazer untuk terus melahirkan petinju profesional di bumi sundelwood.

Dengan hanya bertumpuh pada satu kaki, Ardy terus menularkan semangat kepada para anak didiknya untuk terus berlatih-dan berlatih. 

Ardy sebenarnya dilahirkan dalam kondisi normal. Baru tiga bulan lalu, ia kehilangan salah satu kakinya karena ada gangungan tulang kakinya bagian kanan.

Pemilik nama lengkap Yonard Piter Diki Dao tak pernah menyesali apa yang terjadi pada fisiknya apalagi mengeluh. Ardy mengaku, keterbatasan fisiknya tak membatasi aktivitasnya untuk melatih anak didiknya sebagai petinju. 

Ardy Blazer yang ditemui POS-KUPANG.COM di arena pusat latihan Tinju miliknya atau dikenal dengan nama Sasana Blazer miliknya di Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Selasa (26/2/2019) sore, mengatakan, sampai saat ini belum mengetahui sakit apa yang menyebabkan salah satu kakinya itu diamputasi. 

Ardy Blazer Berharap Event Tinju NTT Bisa Digelar di Sumba Timur

NTT Persiapkan 40 Petinju Menuju Pra PON 2019 di Bogor dan Ternate

"Belum pasti hasil diagnosa Dokter penyakit apa yang menyerang kaki  saya sebelah kanan. Namun saya memilih untuk diamputasi demi kenyamanan akibat alami osteo myelitis atau gangguan dalam kesehatan tulang," ungkap Ardy tentang sakit yang menyebabkan ia kehilangan salah satu kakinya.

Meskipun hanya mengandalkan kaki kirinya dan tongkat penyangga pembantu kaki sebelah kanan, Ardy Blazer tetap setia membimbing sejumlah pemuda atlet petinjunya. 

Tangan kanannya memegang alat penghitung waktu, sembari matanya tampak serius, dan dari mulutnya juga sesekali melontarkan arahan 'Lepas semua', 'jangan kancing' dan bahkan teguran pada anak didiknya satu persatu.

"Ya saya tetap semangat melatih anak didik saya karena kalau boleh dibilang dunianya saya sudah. Kedua, tidak mungkin kalau saya sudah kekurangan fisik begini saya harus tinggalkan anak-anak saya. Dan mereka juga tidak mau saya tinggalkan, kalau sampai saya tinggalkan mereka, mereka kemana lagi," ungkap Ardy Blazer dengan senyuman. 

Halaman
123
Penulis: Robert Ropo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved