Siswa Wajib Gunakan Helm Saat Mengendarai Sepeda Motor

jangan menggunakan helm tunggu ada Polisi. Karena sangat menjaga kepala jika terjadi kecelakaan.

Siswa Wajib Gunakan Helm Saat Mengendarai Sepeda Motor
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Kasat Lantas Polres Ngada, AKP Sudirman, S.Sos 

Siswa Wajib Gunakan Helm Saat Mengendarai Sepeda Motor

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Kasat Lantas Polres Ngada, AKP Sudirman, S.Sos, meminta siswa-siswi di Kota Bajawa dan Nagekeo agar menggunakan helm standar saat mengendarai speda motor.

Sudirman mengatakan, jangan menggunakan helm tunggu ada Polisi. Karena sangat menjaga kepala jika terjadi kecelakaan.

"Siswa-siswi pengendara sepeda motor dan penumpang sepeda motor wajib menggunakan helm. Ini sangat penting," ungkap AKP Sudirman, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (25/2/2019).

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat melarang keras pelajar dibawa umur untuk membawa kendaraan bermotor.

Sebab itu menyalahi aturan apalagi tidak membawa kelengkapan baik surat maupun kelengkapan lainnya.

Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan giat sosialisasi ke sekolah-sekolah. Ini dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat agar memahami aturan berlalu lintas yang baik dan benar.

Kronologi Penangkapan Tiga Oknum Polisi Pesta Sabu Bersama Wanita Cantik di Kamar Hotel

Lampu Hias Jalan Eltari Tak Berfungsi

Pria Ini Pegang Nomor Kontak Prostitusi Online Milik Para Perempuan di Kota Kupang

Dukcapil Kota Kupang Rekam KTP Elektronik di Mako Brimobda NTT

Ia mengatakan, dirinya berupaya agar semakin banyak yang paham semakin baik. Sehingga informasi tentang aturan dan rambu-rambu lalulintas bisa disebarluaskan.

Ia mengaku materi sosialisasi yang diberikan kepada siswa-siswi adalah bagaimana tata cara berlalu lintas. Harus beretika dan mengikuti aturan lalu lintas. Sehingga terhindar dari kecelakaan lalu lintas.

"Kami wajib memberitahu rambu-rambu lalulintas, fungsi kelengkapan sepeda motor, harus ada kaca spion, plat nomor, harus ada lampu utama dan lampu zein," ungkap Sudirman.

Ia mengatakan, ada empat faktor penyebab terjadinya kecelakaan. Diantaranya, faktor manusia misalnya, mabok dan lain-lain, faktor kendaraan, faktor jalan/lingkungan da faktor cuaca.

Sudirman mengatakan, pihaknya sangat gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat lewat program Dikmas (pendidikan masyarakat) lewat program ini pihaknya bisa menyampaikan materi sosialisasi.

Ia mengaku, masyarakat harus diberi pemahaman. Tugas polisi adalah mensosialisasikan itu. Misalkan kalau jalan hendaknya menggunakan helm standar yang sudah ditentukan.

Cek kendaraan baik-baik. Surat-surat kendaraan apakah lengkap atau tidak. Ini yang mau diajarkan kepada masyarakat.

Transportasi Menuju Perumahan Translok Lainbaru Sumba Timur Terancam Lumpuh

Jadwal Kepala Daerah NTT Awal Pekan ini

"Dalam giat Dikmas materi yang disampaikan adalah pengenalan rambu-rambu lalu lintas, diantaranya, rambu Peringatan, rambu petunjuk, rambu larangan," papar Sudirman.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved